Bandara Wunopito Ditutup, Abu Vulkanik Gunung Lewotolok Ganggu Penerbangan

3 hours ago 3

Newswire

Newswire Selasa, 08 September 2026 14:17 WIB

Bandara Wunopito Ditutup, Abu Vulkanik Gunung Lewotolok Ganggu Penerbangan

Bandara Wunopito di Lewoleba ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok hingga 9 September 2026. /Antara.

Harianjogja.com, NTT— Bandara Wunopito di Lewoleba, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditutup sementara setelah terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotolok. Penutupan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan di tengah aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok yang masih berlangsung.

Penutupan Bandara Wunopito ditetapkan melalui notice to airmen (NOTAM) yang diterbitkan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan tertulis di Tangerang, Selasa, menyampaikan bahwa penutupan tersebut tercantum dalam NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26.

Berdasarkan NOTAM tersebut, Bandara Wunopito dengan kode WATW berstatus CLOSED mulai pukul 07.01 WIB pada 8 September 2026. Status penutupan operasional penerbangan itu berlaku hingga estimasi pukul 06.00 WIB pada 9 September 2026.

"Dalam NOTAM tersebut disebutkan penutupan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok," ujar dia.

Gunung Lewotolok Kembali Erupsi

Penutupan operasional Bandara Wunopito berlangsung ketika aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok masih terjadi. Pada 8 September 2026 pukul 06.35 WITA, gunung api tersebut kembali mengalami erupsi.

Dari aktivitas erupsi tersebut, kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak. Abu vulkanik kemudian bergerak ke arah barat sehingga kondisi tersebut menjadi perhatian dalam aktivitas penerbangan di wilayah sekitar gunung.

Hermana menjelaskan keberadaan abu vulkanik dapat memengaruhi keselamatan penerbangan apabila sebarannya berada di wilayah penerbangan. Karena itu, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pengaturan operasional penerbangan.

"Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan apabila berada di wilayah penerbangan," katanya menjelaskan.

AirNav Indonesia terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok serta kondisi sebaran abu vulkanik di sekitar wilayah penerbangan. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi keselamatan dan pembaruan informasi aeronautika.

AirNav Pantau Perkembangan Abu Vulkanik

Hermana mengatakan perkembangan kondisi abu vulkanik dan aktivitas gunung api akan terus dipantau. Informasi tersebut kemudian menjadi bahan dalam penerbitan maupun pembaruan informasi aeronautika terkait kondisi ruang udara.

"Kendati demikian, kata dia, kondisi sebaran abu dan perkembangan aktivitas vulkanik terus menjadi bagian dari pemantauan dalam penerbitan informasi aeronautika yang kemudian AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok serta perkembangan kondisi di sekitar wilayah penerbangan."

"Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan," ujar dia.

Selain melakukan pemantauan, AirNav Indonesia juga berkoordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan operasional penerbangan terus diperbarui sesuai perkembangan terbaru.

Langkah tersebut penting karena kondisi sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti aktivitas erupsi dan arah pergerakan abu. Informasi yang diperbarui menjadi dasar bagi pihak terkait dalam memastikan kegiatan penerbangan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Keselamatan Jadi Prioritas

AirNav Indonesia menegaskan pemantauan kondisi Gunung Ili Lewotolok dan sebaran abu vulkanik menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan. Penutupan sementara Bandara Wunopito juga dilakukan berdasarkan informasi aeronautika dan evaluasi terhadap kondisi ruang udara.

"Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya AirNav Indonesia dalam memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan," kata dia.

Status CLOSED Bandara Wunopito dijadwalkan berlangsung hingga estimasi pukul 06.00 WIB pada 9 September 2026. Namun, perkembangan kondisi penerbangan tetap mengikuti hasil pemantauan sebaran abu vulkanik, aktivitas Gunung Ili Lewotolok, serta evaluasi keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia akan melakukan pembaruan informasi aeronautika sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Dengan demikian, status operasional penerbangan dan kondisi ruang udara dapat terus disesuaikan berdasarkan informasi terbaru mengenai aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news