Banjir Rendam 9 Kecamatan di Padang, BPBD Pastikan Belum Ada Korban Jiwa

13 hours ago 4

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sumatera Barat, masih terus mendata dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di kota tersebut pada Senin (3/8/2026).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulvinto, mengatakan hingga Selasa (4/8/2026), pihaknya telah menghimpun data sementara dengan 23 titik yang tersebar pada sembilan kecamatan.

Wilayah terdampak paling banyak berada di Kecamatan Koto Tangah, yakni di Kelurahan Lubuk Minturun, Aia Pacah, Dadok Tunggul Hitam, Koto Panjang Ikua Koto, dan Bungo Pasang.

Di Kecamatan Nanggalo, banjir merendam enam kelurahan, yakni Tabing Banda Gadang, Kampung Lapai, Kurao Pagang, Surau Gadang, Gurun Laweh, serta Kampung Olo.

Selanjutnya, di Kecamatan Kuranji, banjir terjadi di empat kelurahan, yaitu Kuranji, Gunung Sarik, Sungai Sapiah, dan Rimbo Tarok.

Sementara itu, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg) tercatat terdampak di Kelurahan Pengambiran Ampalu.

Di Kecamatan Padang Selatan, genangan terjadi di Kelurahan Rawang dan Mata Air. Sedangkan di Kecamatan Pauh, banjir dilaporkan merendam Kelurahan Pisang.

Untuk Kecamatan Bungus Teluk Kabung, lokasi terdampak berada di Kelurahan Bungus Barat. Sementara di Kecamatan Padang Utara, banjir menggenangi Kelurahan Gunung Pangilun dan Alai Timur.

Adapun di Kecamatan Padang Barat, banjir terjadi di Kelurahan Padang Pasir. “Ini data sore ini. Data terus kami himpun,” ungkapnya,  Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh luapan sejumlah batang sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang sejak Senin siang. Kawasan yang terdampak mayoritas merupakan daerah yang selama ini memang rawan banjir, seperti Kecamatan Koto Tangah dan Kuranji.

“Ini dampak meluapnya Batang Kuranji dan aliran sungai di Lubuk Minturun. Wilayah di sepanjang bantaran sungai yang paling terdampak karena hujan deras kemarin,” katanya.

Meski ketinggian genangan air kali ini cukup tinggi dibandingkan sebelumnya, Hendri menyebut banjir tidak meninggalkan endapan lumpur seperti yang terjadi pada peristiwa banjir sebelumnya.

“Kalau sekarang banjirnya hanya air, tidak seperti sebelumnya yang disertai lumpur,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kota Padang memastikan belum menerima laporan adanya korban jiwa. Sementara itu, pendataan kerugian materi masih terus dilakukan.

“Korban jiwa tidak ada laporan. Untuk kerugian materi masih kami hitung. Bantuan darurat berupa makanan siap saji dan selimut sudah kami salurkan sejak tadi malam,” tutup Hendri.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news