PADANG, KLIKPOSITIF — – Pemerintah Kota Padang bergerak cepat mempercepat penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah kawasan akibat cuaca ekstrem. Selasa (4/8/2026), Wali Kota Padang Fadly Amran turun langsung meninjau proses penanganan bencana di kawasan Gunung Sariak dan Lapau Munggu, dua wilayah yang masih menyisakan dampak cukup berat berupa endapan lumpur di permukiman warga maupun fasilitas pendidikan.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang Fadelan. Mereka menyisir sejumlah titik terdampak sekaligus memastikan proses pembersihan berjalan optimal.
Di beberapa lokasi, material lumpur masih menutupi halaman rumah, jalan lingkungan, hingga area sekolah yang sempat terendam banjir. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat belum sepenuhnya kembali normal sehingga membutuhkan percepatan penanganan agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Fadly Amran menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang tidak ingin proses pemulihan berlangsung berlarut-larut. Seluruh organisasi perangkat daerah terkait telah dikerahkan untuk membersihkan sisa material banjir, baik di lingkungan permukiman maupun fasilitas publik.
“Saat ini seluruh personel DLH, BPBD dan Samkar turun untuk membersihkan sisa material banjir,” ujar Fadly Amran saat meninjau lokasi.
Ia menyampaikan, bencana yang kembali melanda Kota Padang terjadi ketika proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi sebelumnya masih terus berjalan. Menurutnya, cuaca ekstrem yang kembali terjadi menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan upaya mitigasi.
“Saat ini proses rehab-rekon bencana hidrometeorologi lalu masih berproses, namun cuaca ekstrem kembali melanda Kota Padang,” katanya.
Karena itu, Pemko Padang tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.
Fadly mengatakan pihaknya telah meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mempercepat pelaksanaan berbagai proyek infrastruktur yang telah direncanakan sebagai bagian dari pemulihan pascabencana hidrometeorologi pada November 2025 lalu.
“Kami juga sudah meminta kepada Pemprov dan BWS untuk menyegerakan pelaksanaan proyek infrastruktur perbaikan pasca rehab-rekon bencana hidrometeorologi November 2025 lalu. Walaupun tentu ada tahapan proses-proses pengadaan yang harus dipenuhi,” ungkapnya.
Menurut Fadly, pembangunan infrastruktur pengendali banjir menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. Oleh sebab itu, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar berbagai usulan pembangunan dapat segera direalisasikan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Padang telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai terkait untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah Kota Padang.
“Kita sudah berkoordinasi dengan Pemprov dan Kementerian PU melalui Balai, untuk menegaskan kebutuhan Pemko Padang akan cek dam, sabo dam, dan penataan aliran sungai. Sementara Dinas PUPR Kota Padang memastikan jaringan drainase optimal,” katanya.
Selain memastikan proses pembersihan berjalan maksimal, peninjauan tersebut juga menjadi momentum bagi Pemko Padang untuk mengidentifikasi berbagai titik yang memerlukan penanganan jangka panjang. Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat mampu mempercepat pembangunan infrastruktur pengendali banjir sehingga dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
Hingga Selasa siang, proses pembersihan terus berlangsung dengan melibatkan personel BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran (Samkar), serta unsur perangkat daerah lainnya. Fokus penanganan diarahkan pada pembersihan material lumpur di rumah-rumah warga, fasilitas pendidikan, jalan lingkungan, dan fasilitas umum agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih.
Pemerintah Kota Padang juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Di sisi lain, percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan Kota Padang terhadap bencana hidrometeorologi.

14 hours ago
4


















































