Banyak Orang Beralih ke Madu, Benarkah Lebih Baik dari Gula?

1 hour ago 2

Jumali

Jumali Senin, 15 Juni 2026 18:17 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Tren mengganti gula putih dengan madu semakin banyak dilakukan masyarakat yang ingin menerapkan pola hidup lebih sehat. Madu sering dianggap sebagai pemanis alami yang lebih baik karena mengandung berbagai zat gizi tambahan yang tidak ditemukan dalam gula pasir.

Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa meskipun memiliki sejumlah keunggulan, madu tetap termasuk sumber gula sederhana yang konsumsinya perlu dibatasi.

Dibandingkan gula putih, madu mengandung berbagai senyawa alami yang bermanfaat bagi tubuh. Beberapa di antaranya adalah antioksidan jenis flavonoid dan asam fenolat yang berperan membantu melawan radikal bebas serta mendukung kesehatan jantung dan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, madu juga mengandung sejumlah nutrisi lain seperti vitamin B, vitamin C, asam amino, enzim alami, kalium, dan magnesium. Kandungan tersebut membuat madu memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dibandingkan gula pasir yang pada dasarnya hanya berfungsi sebagai pemanis.

Berdasarkan informasi dari Apollo Diagnostics, madu mentah atau raw honey yang tidak melalui proses pemanasan berlebihan umumnya memiliki kandungan antioksidan dan mineral lebih tinggi dibandingkan madu yang telah diproses secara intensif.

Perbedaan lain terlihat pada komposisi kandungannya. Gula putih tersusun dari sekitar 50 persen glukosa dan 50 persen fruktosa. Sementara madu mengandung sekitar 40 persen fruktosa, 30 persen glukosa, serta air dan berbagai senyawa alami lainnya.

Komposisi tersebut membuat madu memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan gula putih. Artinya, kenaikan kadar gula darah setelah mengonsumsi madu cenderung lebih lambat dibandingkan gula pasir.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan madu sebagai pengganti gula dapat membantu memperbaiki profil lemak darah, termasuk menurunkan kadar trigliserida yang berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular.

Meski demikian, bukan berarti madu dapat dikonsumsi tanpa batas. Kandungan kalorinya justru sedikit lebih tinggi dibandingkan gula putih. Jika dikonsumsi berlebihan, madu tetap berpotensi menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas.

Karena itu, masyarakat yang sedang menjalani program penurunan berat badan atau mengontrol kadar gula darah tetap perlu memperhatikan jumlah konsumsi madu setiap hari.

Secara umum, madu memang menawarkan manfaat tambahan dibandingkan gula putih karena kandungan antioksidan dan mikronutrisinya. Namun, faktor yang paling menentukan kesehatan bukan hanya jenis pemanis yang digunakan, melainkan jumlah total gula yang masuk ke dalam tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan konsumsi gula tambahan tidak melebihi 10 persen dari total kebutuhan kalori harian. Untuk manfaat kesehatan yang lebih optimal, asupan gula tambahan bahkan dianjurkan berada di bawah 5 persen dari total kalori harian.

Karena itu, mengganti gula putih dengan madu dapat menjadi pilihan yang lebih baik, asalkan tetap dilakukan dalam jumlah yang wajar. Pola makan seimbang, konsumsi makanan utuh, serta pembatasan asupan gula tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news