Banyak Pengemudi Tak Tahu Cara Pakai Fitur Canggih Mobil

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA— Mobil modern kini dibekali semakin banyak teknologi yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengemudi. Namun, studi terhadap pengendara di Inggris menunjukkan tidak semua fitur canggih benar-benar dimanfaatkan, bahkan sebagian pemilik kendaraan mengaku tidak mengetahui cara mengoperasikannya.

Penelitian Censuswide terhadap 1.350 pengendara di Inggris pada musim panas 2026 menemukan adanya kesenjangan antara teknologi yang tersedia di kendaraan dan kebiasaan penggunanya.

Laporan yang dirilis Carscoops  atas permintaan jaringan diler Dick Lovett menunjukkan sejumlah fitur keselamatan aktif justru termasuk teknologi yang sering diabaikan.

Adaptive Cruise Control Masih Jarang Digunakan

Salah satu fitur yang mendapat perhatian dalam penelitian tersebut adalah Adaptive Cruise Control (ACC). Teknologi ini dirancang untuk membantu kendaraan menjaga kecepatan sekaligus mempertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan.

Namun, 25,9% pemilik mobil yang kendaraannya telah dilengkapi ACC mengaku tidak pernah menggunakan fitur itu. Bahkan, tujuh persen responden menyatakan tidak mengetahui cara mengoperasikannya.

Kondisi serupa ditemukan pada sejumlah fitur bantuan pengemudi lainnya. Hampir 18% pengemudi tidak menggunakan lane-keeping assist, sedangkan 21,3% memilih mematikan sistem pengereman darurat otomatis atau autonomous emergency braking.

Keputusan untuk tidak menggunakan fitur tersebut tidak selalu disebabkan ketidaktahuan. Sebagian pengemudi merasa sistem bantuan berkendara bekerja terlalu agresif sehingga dianggap lebih mengganggu daripada membantu.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keberadaan teknologi keselamatan pada kendaraan belum tentu membuat pengemudi memanfaatkannya secara optimal. Pemahaman mengenai fungsi dan cara kerja fitur menjadi bagian penting agar teknologi tersebut dapat memberikan manfaat sesuai peruntukannya.

Fitur Kenyamanan Juga Tidak Banyak Dipakai

Persoalan serupa terjadi pada teknologi yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan selama perjalanan. Asisten suara atau voice assistant, misalnya, tidak pernah digunakan oleh 17,8% pemilik kendaraan yang memiliki fitur tersebut.

Sementara itu, 17,1% pengemudi yang memiliki augmented reality head-up display atau AR HUD mengaku tidak menggunakan teknologi tersebut. Dari jumlah itu, tujuh persen bahkan menyatakan tidak mengetahui cara mengoperasikannya.

Fitur premium yang tersedia pada sebagian kendaraan juga belum menjadi teknologi yang rutin digunakan oleh mayoritas pemiliknya. Kursi pijat hanya digunakan secara rutin oleh 22% responden.

AR HUD digunakan secara rutin oleh 22,4% responden, sedangkan fitur remote engine start digunakan oleh 24,5% pemilik kendaraan.

Rendahnya angka penggunaan juga berkaitan dengan ketersediaan teknologi pada kendaraan yang dimiliki responden. Sebanyak 67,3% kendaraan dalam penelitian belum dilengkapi kursi pijat.

Sementara itu, 60,5% kendaraan responden belum memiliki AR HUD. Artinya, rendahnya tingkat penggunaan tidak sepenuhnya menunjukkan bahwa pemilik kendaraan menolak teknologi, tetapi juga dipengaruhi oleh spesifikasi kendaraan yang mereka gunakan.

Teknologi Sederhana Justru Lebih Populer

Di tengah banyaknya fitur canggih yang jarang digunakan, teknologi yang sederhana dan mudah dipahami justru menjadi pilihan utama pengemudi.

Konektivitas Bluetooth menjadi fitur yang paling sering digunakan secara rutin dengan persentase 58,3%. Fitur ini memungkinkan pengemudi menghubungkan perangkat seluler dengan sistem hiburan kendaraan.

Kamera mundur berada di posisi berikutnya dengan tingkat penggunaan rutin 45,7%. Navigasi satelit bawaan digunakan oleh 44,5% responden, sedangkan kaca depan berpemanas digunakan oleh 41%.

Berikut sejumlah fitur kendaraan yang paling sering digunakan secara rutin:

FiturPenggunaan rutin
Bluetooth58,3%
Kamera mundur45,7%
Navigasi bawaan44,5%
Kaca depan berpemanas41%
Adaptive Cruise Control26,9%

Data tersebut memperlihatkan bahwa kemudahan penggunaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penerimaan teknologi kendaraan.

Fitur yang dapat langsung dipahami dan memberikan manfaat praktis cenderung lebih mudah menjadi bagian dari kebiasaan pengemudi dibandingkan teknologi yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam.

Usia Pengemudi Memengaruhi Penggunaan Teknologi

Penelitian tersebut juga menemukan adanya hubungan antara usia pengemudi dan jenis teknologi yang digunakan. Kelompok usia 25-34 tahun tercatat lebih aktif menggunakan sejumlah fitur digital dibandingkan kelompok usia yang lebih tua.

Pada kelompok tersebut, penggunaan mode berkendara mencapai 38,3%, sedangkan Bluetooth digunakan secara rutin oleh 68,5% responden. Angka penggunaan Bluetooth kemudian turun menjadi 49,7% pada pengemudi berusia di atas 55 tahun.

Perbedaan juga terlihat pada fitur wireless charging. Sebanyak 44,4% pengemudi berusia 35-44 tahun mengaku rutin menggunakan fitur tersebut.

Persentasenya turun menjadi 20,7% pada kelompok usia 55 tahun ke atas. Namun, pola penggunaan tidak selalu lebih tinggi pada kelompok usia muda untuk setiap fitur.

Pada teknologi yang lebih praktis seperti kaca depan berpemanas, penggunaannya justru meningkat pada kelompok usia 45-54 tahun hingga hampir 45%.

Edukasi Pengemudi Dinilai Penting

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi kendaraan perlu diikuti dengan pemahaman pengguna. Fitur yang tersedia di dalam mobil tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila pengemudi tidak mengetahui fungsi maupun cara menggunakannya.

Alex Lee, pakar otomotif dari Dick Lovett, mengatakan pemilik kendaraan perlu meluangkan waktu untuk mempelajari berbagai kemampuan yang tersedia pada mobil mereka.

"Seiring mobil menjadi semakin canggih, meluangkan waktu untuk mempelajari kemampuan kendaraan Anda bukan hanya soal mendapatkan manfaat yang sepadan dengan uang yang dikeluarkan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan keselamatan dan pengalaman berkendara secara keseluruhan," pungkasnya.

Bagi pemilik mobil modern, memahami fitur kendaraan menjadi semakin penting, terutama ketika teknologi tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan. Pengemudi juga perlu mengetahui kapan sebuah fitur bekerja, bagaimana cara mengaktifkannya, serta dalam kondisi apa teknologi bantuan tersebut sebaiknya digunakan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news