Jumali Selasa, 16 Juni 2026 02:27 WIB
Harianjogja.com, JOGJA—Penggunaan mobil listrik di Indonesia terus meningkat seiring bertambahnya pilihan kendaraan ramah lingkungan di pasar otomotif. Namun, sebagian pengguna dinilai belum memahami cara merawat baterai agar tetap awet dalam jangka panjang.
Baterai menjadi komponen paling penting sekaligus paling mahal pada kendaraan listrik. Dalam beberapa kasus, biaya penggantian baterai dapat mencapai ratusan juta rupiah tergantung kapasitas dan jenis kendaraan.
Sejumlah pakar otomotif menyebut, umur baterai sangat dipengaruhi oleh pola penggunaan sehari-hari. Kesalahan dalam pengisian daya, paparan suhu ekstrem, hingga kerusakan fisik dapat mempercepat penurunan kualitas baterai.
Kebiasaan Pengisian Daya Jadi Faktor Utama
Salah satu faktor yang paling sering memengaruhi usia baterai adalah kebiasaan pengisian daya.
Pengisian hingga 100 persen secara rutin atau membiarkan baterai benar-benar kosong dinilai dapat memberi tekanan tambahan pada sel baterai lithium-ion. Idealnya, kapasitas baterai dijaga dalam rentang penggunaan harian yang lebih stabil.
Selain itu, penggunaan pengisian cepat atau fast charging secara berulang juga disebut dapat meningkatkan suhu baterai. Kondisi panas berlebih dalam jangka panjang berpotensi mempercepat degradasi sel baterai.
Suhu Panas Percepat Penurunan Kualitas
Faktor lingkungan juga berperan penting. Paparan suhu panas tinggi, misalnya saat kendaraan diparkir di bawah sinar matahari langsung dalam waktu lama, dapat memengaruhi kinerja baterai.
Beberapa kendaraan listrik modern memang telah dilengkapi sistem pendingin baterai, namun perlindungan tersebut tetap memiliki batas dalam menghadapi kondisi ekstrem yang terus-menerus.
Risiko Kerusakan Fisik di Area Kolong
Selain faktor pengisian dan suhu, kerusakan fisik pada bagian bawah kendaraan juga perlu diwaspadai. Baterai mobil listrik umumnya ditempatkan di bagian lantai kendaraan sehingga rentan terhadap benturan dari jalan rusak, polisi tidur tinggi, atau kondisi banjir.
Benturan keras berpotensi merusak struktur pelindung baterai dan memengaruhi sistem kelistrikan di dalamnya.
Pentingnya Sistem Manajemen Baterai
Sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) berperan menjaga stabilitas suhu, tegangan, dan arus listrik pada baterai.
Pemeriksaan berkala di bengkel resmi dinilai penting untuk memastikan sistem ini bekerja optimal, termasuk memantau kesehatan sel baterai serta sistem pendingin yang digunakan.
Umur Baterai Sangat Bergantung pada Pemakaian
Dengan perawatan yang tepat, baterai kendaraan listrik umumnya dapat bertahan bertahun-tahun sesuai siklus penggunaan. Namun, gaya berkendara agresif, kebiasaan pengisian yang kurang tepat, serta paparan kondisi ekstrem dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai.
Karena itu, pengguna disarankan memahami karakteristik kendaraan listrik agar biaya perawatan jangka panjang dapat ditekan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
1

















































