Ilustrasi transaksi jual beli di toko kelontong Zmart binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). - ANTARA - ist/Baznas RI
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 40 gerai ritel mikro mulai beroperasi di Temanggung sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini diharapkan mendorong pelaku usaha kecil naik kelas melalui dukungan modal, pelatihan, dan pendampingan.
Peluncuran gerai tersebut merupakan bagian dari Program Zmart yang dijalankan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI di Temanggung, Jawa Tengah. Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan modal usaha untuk mengembangkan toko kelontong mereka.
Deputi II Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat, menjelaskan program ini dirancang sebagai salah satu langkah strategis meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan.
“Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara Baznas pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Berdasarkan hasil survei dan penelitian internal Baznas, Program Zmart terbukti efektif sebagai sarana peningkatan kesejahteraan mustahik,” katanya.
Modal Usaha dan Pelatihan Intensif
Di Temanggung, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp320 juta. Setiap mustahik menerima modal sebesar Rp8 juta untuk mengembangkan usaha ritel mikro.
Selain bantuan modal, para pelaku usaha yang disebut Saudagar Zmart juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan, baik soft skill maupun hard skill, serta pendampingan intensif.
Baznas juga menggandeng pihak ketiga untuk mempermudah distribusi logistik dan akses pasokan barang melalui sistem berbasis aplikasi.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing usaha kecil sekaligus meningkatkan efisiensi operasional pelaku usaha.
Jangkauan Program di Seluruh Indonesia
Sejak diluncurkan pada 2018 hingga Maret 2026, Program Zmart telah berjalan di 5.551 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 139 kabupaten/kota.
Di Jawa Tengah, program ini telah menjangkau 24 kabupaten/kota dengan total 720 titik, termasuk Temanggung sebagai salah satu wilayah pengembangan terbaru.
“Program ini bukan untuk mempertahankan mustahik, tetapi untuk mendorong mereka naik kelas menjadi muzaki,” ujar Imdadun.
Dukungan Pemerintah Daerah
Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Tri Winarno menyambut baik kehadiran program tersebut. Ia menilai Zmart dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat berbasis usaha mikro.
Menurut dia, 40 gerai Zmart di Temanggung diharapkan mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
“Terima kasih Baznas. Program ini merupakan program mulia yang harus didukung bersama. Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Temanggung dengan Baznas pusat, provinsi, dan daerah dapat terus ditingkatkan untuk mengangkat ekonomi masyarakat, khususnya pada kelompok desil satu dan dua,” ujarnya.
Kehadiran gerai-gerai baru ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ekosistem usaha kecil sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Temanggung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

2 hours ago
3

















































