
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, saat menjadi pembicara dalam bedah buku berjudul Pemasaran UMKM Melalui Media Sosial di Balai Padukuhan Ponjong, Ponjong, Kapanewon Ponjong, Jumat (8/5)./ Harian Jogja - David Kurniawan
GUNUNGKIDUL - Bedah buku berjudul Pemasaran UMKM Melalui Media Sosial diselenggarakan di Balai Padukuhan Ponjong, Ponjong, Kapanewon Ponjong, Jumat (8/5). Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga bertujuan memotivasi peserta untuk mengembangkan usaha yang dimiliki secara online.
Salah seorang narasumber, Yanuar Reza, mengatakan buku yang diberikan kepada peserta memiliki banyak manfaat. Ia berharap peserta mempelajari buku tersebut secara seksama agar pemasaran online dapat membantu meningkatkan pendapatan usaha.
“Kalau hanya disimpan, tidak akan ada manfaatnya. Makanya, setelah pulang harus dipelajari karena bisa membantu pemasaran usaha yang dimiliki secara online,” kata Yanuar.
Ia menjelaskan pemasaran konvensional tetap bisa dilakukan, namun media sosial harus dimanfaatkan secara positif sebagai sarana promosi gratis, termasuk melalui WhatsApp dan status media sosial.
Menurut Yanuar, peningkatan penghasilan tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan, tetapi harus diikuti praktik langsung agar peserta mengetahui dampak dari ilmu yang diperoleh.
“Sistem online bisa menambah penghasilan. Lewat WA juga bisa dengan membuat grup siaran dengan memanfaatkan nomor yang telah dipilih,” katanya.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengatakan kegiatan bedah buku ini memberikan manfaat bagi peserta untuk belajar jual beli dan pemasaran online sehingga dapat meningkatkan pendapatan.
“Kalau cara konvensional hanya warga sekitar yang tahu, tapi kalau online seluruh Indonesia bisa melihat produk yang dihasilkan,” katanya.
Menurut Imam Taufik, kegiatan bedah buku juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan minat baca masyarakat.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan DPAD DIY, Zulfa Kurniawan, mengatakan kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama DPAD DIY dengan DPRD DIY.
Ia berharap melalui program ini minat baca masyarakat terus meningkat karena buku masih menjadi sumber informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Informasi sepotong-potong ini bisa sangat berbahaya sehingga informasi harus dipilah dan dipilih. Kami yakin sumber informasi dari buku lebih kredibel ketimbang berita yang ada di media sosial,” katanya.
Bedah buku DPAD DIY merupakan program kolaborasi strategis antara Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY untuk meningkatkan kualitas literasi, minat baca, dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis pengetahuan. Program yang rutin diselenggarakan ini menyasar berbagai pelosok daerah di seluruh wilayah DIY. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

9 hours ago
8

















































