
Para pemain Persib Bandung saat mengikuti perayaan juara BRI Super League di kawasan Asia-Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/5/2026). ANTARA/Rubby Jovan
Harianjogja.com, BANDUNG—Persib Bandung akhirnya angkat bicara terkait sanksi larangan registrasi pemain baru (transfer ban) dari FIFA yang sempat menjadi sorotan publik. Manajemen klub menegaskan bahwa sanksi tersebut bukan disebabkan oleh tunggakan gaji pemain, melainkan terkait persoalan administratif dari kasus lama.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa transfer ban tersebut berhubungan dengan penyelesaian terminasi kontrak mantan pemain Persib, Daisuke Sato, pada 2023.
“Dengan demikian, persoalan ini bukan terkait penunggakan gaji pemain ataupun bentuk pengabaian terhadap hak-hak pemain sebagaimana yang mungkin dipersepsikan oleh sebagian pihak,” ujar Adhitia dalam keterangan resminya, Sabtu (30/5/2026)
Ia menegaskan, manajemen Persib telah mengikuti proses hukum tersebut sejak awal dan saat ini tengah menuntaskan kewajiban yang diputuskan oleh FIFA. Langkah ini dilakukan agar status sanksi dapat segera ditinjau ulang dan dicabut.
Menurut Adhitia, setelah seluruh kewajiban dipenuhi, Persib akan melanjutkan proses administratif sesuai regulasi FIFA. Hal ini menjadi bagian dari komitmen klub dalam menjaga profesionalisme dan kepatuhan terhadap aturan sepak bola internasional.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa isu ini tidak memengaruhi stabilitas internal tim. Aktivitas operasional klub, termasuk persiapan tim menghadapi kompetisi dan agenda strategis lainnya, tetap berjalan normal sesuai rencana.
“Penghormatan terhadap hak pemain, pelatih, karyawan, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan prinsip yang selalu kami pegang dalam menjalankan klub,” katanya.
Adhitia juga menambahkan bahwa persoalan administratif seperti ini bukan hal yang asing dalam dunia sepak bola profesional. Banyak klub di berbagai negara pernah mengalami situasi serupa, terutama dalam hal penyelesaian kontrak pemain.
Namun, yang menjadi kunci utama adalah komitmen untuk menyelesaikan masalah secara profesional dan transparan. Persib, kata dia, berupaya menunjukkan itikad baik dengan mengikuti seluruh proses dan memenuhi kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang terpenting adalah bagaimana setiap pihak menunjukkan tanggung jawab dan komitmen untuk menyelesaikan persoalan secara profesional. Itulah yang saat ini sedang dilakukan oleh Persib,” ujar Adhitia.
Dengan langkah penyelesaian yang tengah berjalan, Persib optimistis sanksi transfer ban dari FIFA dapat segera dicabut sehingga aktivitas transfer pemain bisa kembali normal dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
1

















































