Cacing Hati Ditemukan di 493 Hewan Kurban Bantul, Ini Penjelasan DKPP

7 hours ago 4

Cacing Hati Ditemukan di 493 Hewan Kurban Bantul, Ini Penjelasan DKPP

Ilustrasi penyembelihan hewan kurban/Harian Jogja-Lugas Subarkah

Harianjogja.com, BANTUL—Temuan parasit cacing hati atau Fasciola masih ditemukan pada hewan kurban di Kabupaten Kabupaten Bantul saat perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Meski jumlah kasus cukup banyak, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memastikan daging kurban tetap aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir apabila menemukan organ hati hewan kurban yang terinfeksi cacing. Menurutnya, bagian yang terdampak cukup dipisahkan, sementara daging lainnya masih layak konsumsi.

“Dagingnya tetap aman dikonsumsi. Yang dibuang hanya bagian hati yang terkena luka akibat cacing hati,” kata Joko, Jumat (29/5/2026).

Ratusan Kasus Ditemukan Saat Pemeriksaan Kurban

Berdasarkan hasil quick count penyembelihan hewan kurban pada 27–28 Mei 2026, total temuan fasciola di Bantul mencapai 493 ekor hewan. Rinciannya meliputi 352 ekor sapi, 31 ekor kambing dan 110 ekor domba.

Sementara total hewan kurban yang telah disembelih mencapai 26.963 ekor dari 2.128 titik penyembelihan yang tersebar di seluruh wilayah Bantul.

Angka ini menunjukkan bahwa kasus cacing hati masih menjadi temuan rutin setiap musim kurban, meskipun tidak berdampak pada seluruh populasi hewan yang dipotong.

Penyebab Cacing Hati pada Ternak

Menurut Joko, infeksi Fasciola umumnya berasal dari pakan hijauan yang terkontaminasi larva parasit. Salah satu perantaranya adalah siput kecil yang hidup di area rumput basah.

“Carrier-nya biasanya dari siput kecil yang ada di rumput pakan lalu termakan ternak,” ujarnya.

Parasit ini menyerang organ hati hewan dan menyebabkan luka sehingga bagian tersebut tidak layak konsumsi. Namun, kondisi tersebut tidak memengaruhi kualitas daging secara keseluruhan selama proses penyembelihan dilakukan dengan higienis.

Penanganan Aman, Daging Tetap Bisa Dikonsumsi

DKPP Bantul memastikan penanganan dilakukan dengan standar kesehatan hewan. Petugas di lapangan memberikan pendampingan kepada panitia kurban agar dapat memilah organ yang terinfeksi.

“Kalau sudah terlanjur terkena, ya tinggal bagian yang ada cacingnya dibuang,” katanya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik jika menemukan hati hewan yang rusak. Selama bagian terinfeksi dibuang, daging masih aman untuk diolah dan dikonsumsi.

Edukasi dan Pencegahan Terus Dilakukan

DKPP Bantul juga telah mengerahkan petugas kesehatan hewan ke berbagai titik penyembelihan untuk melakukan pemeriksaan langsung serta edukasi kepada panitia kurban.

Pencegahan sebenarnya dapat dilakukan sejak masa pemeliharaan ternak, salah satunya dengan pemberian obat cacing secara rutin.

“Kalau sudah terlanjur terkena, ya tinggal bagian yang ada cacingnya dibuang,” kata Joko menegaskan kembali.

Potensi Kasus Masih Bertambah

Joko menyebutkan jumlah temuan masih berpotensi meningkat karena proses penyembelihan hewan kurban belum sepenuhnya selesai, terutama pada hari-hari tasyrik.

“Perkiraannya masih akan bertambah karena penyembelihan belum selesai semua,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news