China Kecam AS atas Penangkapan Presiden Venezuela

1 day ago 7

China Kecam AS atas Penangkapan Presiden Venezuela China mengecam penangkapan Presiden Venezuela oleh AS dan menilai tindakan itu melanggar hukum internasional. - Thread.

Harianjogja.com, CHINA—China mengecam keras tindakan Amerika Serikat yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi militer di Caracas, menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.

AS dinilai telah mengabaikan keprihatinan komunitas internasional dan secara sepihak melanggar prinsip hukum internasional. China menentang segala bentuk intervensi militer terhadap negara berdaulat.

Mao juga menyoroti proses hukum yang dijalani Maduro di pengadilan AS, yang dinilai mengabaikan statusnya sebagai kepala negara. Tindakan tersebut disebut dapat merusak stabilitas hubungan internasional dan tatanan global.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan pemerintahnya menghormati kedaulatan dan kemerdekaan Venezuela serta menghormati keputusan pemerintah Venezuela sesuai konstitusi dan hukum nasionalnya.

Hal itu dikatakan Mao saat menanggapi pertanyaan wartawan apakah China mengakui pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Rodriguez, seperti dilaporkan harian Global Times.

Rodriguez, wakil presiden dan menteri perminyakan, secara resmi dilantik sebagai presiden sementara pada Senin, menyusul operasi militer "skala besar" AS terhadap Venezuela pada Sabtu.

Dalam operasi itu, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan diterbangkan ke AS untuk menghadapi dakwaan pidana di pengadilan New York.

Saat ditanya apakah China akan mendorong sanksi terhadap AS atas operasi militer itu, Mao mengatakan AS telah mengabaikan keprihatinan serius komunitas internasional dan "secara sewenang-wenang menginjak-injak kedaulatan, keamanan, serta hak dan kepentingan Venezuela yang sah."

"China dengan tegas menentang hal ini. Kami mendukung Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan tanggung jawab utamanya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional," kata Mao.

Pada Senin, Maduro dan Flores menghadapi sidang pembacaan dakwaan yang dipimpin Hakim Alvin Hellerstein di New York. Keduanya menyatakan tidak bersalah atas dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan kelompok yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Mao mengatakan Amerika Serikat telah mengabaikan status Maduro sebagai kepala negara Venezuela dengan secara terbuka menuntut dan menggelar "persidangan" di pengadilan AS.

"Tindakan ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Venezuela dan merusak stabilitas hubungan internasional," katanya, seperti dikutip kantor berita China Xinhua.

"Tak ada negara yang boleh menempatkan aturan dalam negerinya di atas hukum internasional," katanya, menambahkan.

Sebelumnya, China mengecam serangan AS tersebut serta mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menjamin keselamatan dan segera membebaskan presiden dan ibu negara Venezuela.

China mendesak Dewan Keamanan PBB menjalankan tanggung jawabnya serta meminta AS menjamin keselamatan dan segera membebaskan Presiden dan Ibu Negara Venezuela.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news