Anggota DPRD Makassar Dapil II, Rachmat Taqwa Qurais (RTQ), (Dok: Ist)KabarMakassar.com — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membangun dermaga wisata di Pulau Lanjukang dengan anggaran mencapai Rp3 miliar menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.
Proyek yang digadang mendorong sektor pariwisata kepulauan itu dinilai belum menyentuh kebutuhan mendasar warga setempat.
Anggota DPRD Makassar Dapil II, Rachmat Taqwa Qurais (RTQ), menegaskan pembangunan infrastruktur pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang telah lama bermukim di wilayah kepulauan.
“Tentunya itu rangkaian yang sangat baik. Tapi jangan sampai kebutuhan dasar warga terabaikan,” ujar Rachmat, Senin (06/04).
Ia mengungkapkan, hasil monitoring dan evaluasi (monev) Komisi A menemukan bahwa warga di Kecamatan Sangkarrang masih sangat membutuhkan fasilitas vital, seperti pemecah ombak hingga perbaikan dermaga yang sudah ada.
“Mereka sangat membutuhkan pemecah ombak, termasuk perbaikan dermaga. Ini soal keselamatan,” tegasnya.
Menurutnya, sebelum Pulau Lanjukang dipromosikan sebagai destinasi wisata unggulan, pemerintah harus lebih dulu memastikan keamanan dan kesejahteraan warga lokal.
“Jangan kita mengundang orang dari luar, sementara warga yang tinggal di sana belum terpenuhi kebutuhannya. Ini bukan hanya Lanjukang, tapi seluruh pulau di Sangkarrang,” tegasnya.
RTQ juga menyoroti masih terbatasnya akses listrik, air bersih, hingga fasilitas penunjang lain seperti perahu jenazah dan pengelolaan sampah TPS 3R.
“Ada masyarakat yang sudah lama tinggal di sana dan butuh perhatian. Bukan hanya dermaga, tapi listrik, air bersih, sampai fasilitas dasar lainnya,” ujarnya.
Meski memberi catatan, ia tetap mengapresiasi langkah Pemkot Makassar yang mulai membangun infrastruktur di wilayah kepulauan, namun mengingatkan agar pembangunan tidak bias wisata semata.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Akhmad Hendra Hakamuddin, menyebut proyek dermaga tersebut merupakan bagian dari pengembangan wisata bahari yang menjadi prioritas pemerintah kota.
“Pulau Lanjukang menjadi pilot project pengembangan pariwisata kepulauan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dermaga yang akan dibangun bukan sekadar fasilitas transportasi, melainkan dermaga wisata yang dirancang untuk menunjang pengalaman pengunjung.
“Dermaga ini kita desain agar kapal Pinisi bisa bersandar, dengan panjang sekitar 80 meter,” jelasnya.
Pemkot juga tengah menyiapkan konsep pengembangan menyeluruh, mulai dari akses transportasi, fasilitas di pulau, hingga konten wisata yang akan ditawarkan kepada wisatawan.
“Kami rancang dari awal sampai akhir, agar wisatawan merasa aman dan nyaman,” katanya.
Pembangunan dermaga dijadwalkan menjadi prioritas utama pada 2026, dengan alokasi anggaran terbesar difokuskan pada proyek tersebut, sementara pembangunan lain dilakukan secara terbatas guna menjaga kelestarian lingkungan.


















































