2,3 Kilometer Jalan Dataran Tinggi Gowa Segera Diperbaiki, Akses Malino dan Lembanna Jadi Prioritas

2 hours ago 3
2,3 Kilometer Jalan Dataran Tinggi Gowa Segera Diperbaiki, Akses Malino dan Lembanna Jadi Prioritas Hutan Pinus, salah satu destinasi wisata di daerah Malino, Kabupaten Gowa (dok. Ist)

KabarMakassar.com — Pemerintah Kabupaten Gowa mulai mempersiapkan perbaikan sejumlah ruas jalan strategis di kawasan dataran tinggi sebagai upaya memperlancar akses pertanian, permukiman, dan pariwisata. Total panjang jalan yang akan ditangani di Kecamatan Tinggimoncong mencapai sekitar 2,3 kilometer.

Perbaikan tersebut dilakukan setelah kondisi sejumlah ruas jalan di wilayah pegunungan Gowa lama dikeluhkan masyarakat. Kerusakan jalan dinilai menghambat mobilitas warga dan aktivitas ekonomi, terutama di sektor pertanian serta pariwisata.

Beberapa ruas yang masuk program penanganan tahun ini berada di kawasan Tinggimoncong. Pemerintah daerah menilai jalur-jalur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas masyarakat maupun pengembangan destinasi wisata.

Salah satu ruas yang akan diperbaiki adalah Jalan Pendidikan menuju kawasan wisata Pinus Malino sepanjang 832 meter. Jalur ini diproyeksikan menjadi akses alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas menuju kawasan wisata Malino saat musim libur.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penanganan Jalan Parangbugisi di Kelurahan Bulutana dengan panjang sekitar 590 meter. Ruas tersebut menjadi akses utama bagi ratusan warga yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur jalan.

Jalan Parangbugisi diketahui melayani mobilitas sekitar 300 penduduk setempat. Warga menyebut jalur tersebut belum pernah mendapatkan pengaspalan sejak lama.

Sementara itu, Jalan Lembanna di Kelurahan Pattapang juga masuk daftar prioritas pembangunan. Ruas sepanjang hampir 900 meter tersebut menjadi jalur penting bagi aktivitas pertanian masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan wisata baru di dataran tinggi Gowa.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gowa, Subchan Ishak, mengatakan proses administrasi proyek saat ini masih berjalan. Tahapan yang sedang dilakukan adalah review Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebelum memasuki proses pengadaan.

“Sekarang sementara review HPS di Inspektorat. Setelah itu masuk tahap persiapan lelang dan Insya Allah tender bisa berjalan bulan Juni,” ujarnya, belum lama ini.

Menurut Subchan, pemerintah daerah tetap berupaya melanjutkan pembangunan infrastruktur meskipun menghadapi pengurangan Dana Alokasi Khusus (DAK) infrastruktur dari pemerintah pusat. Pemangkasan anggaran tersebut disebut mencapai sekitar Rp340 miliar.

Di sisi lain, Pemkab Gowa juga tetap mengalokasikan anggaran pembangunan untuk wilayah pegunungan lainnya. Salah satunya melalui program pembangunan bertahap di Kecamatan Biringbulu yang nilainya mencapai lebih dari Rp14 miliar hingga tahun 2026.

Anggaran tersebut digunakan untuk sejumlah proyek peningkatan jalan, pembangunan drainase, hingga penanganan ruas-ruas strategis yang menghubungkan kawasan pertanian dan permukiman warga. Sejumlah ruas yang menjadi sasaran berada di Desa Lauwa, Tonrorita, Taring, Pencong, hingga Baturappe.

Selain anggaran yang telah berjalan, pemerintah daerah juga menyiapkan tambahan dana lebih dari Rp6 miliar untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di Biringbulu. Program tersebut mencakup peningkatan jalan lingkungan, drainase, serta fasilitas pendukung lainnya.

Sebelumnya, Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan pegunungan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Menurutnya, sektor pertanian dan pariwisata di dataran tinggi memiliki kontribusi penting terhadap perekonomian masyarakat.

“Tinggimoncong ini, khususnya Malino, punya wilayah pertanian yang luas dan potensi pariwisata yang sangat bagus untuk dikembangkan. Untuk bisa memperbanyak orang datang ke sini, infrastrukturnya harus diperbaiki,” ujarnya saat meninjau langsung beberapa ruas jalan di Tinggimoncong, beberapa waktu lalu.

Pemerintah berharap perbaikan sejumlah ruas jalan tersebut dapat memperlancar distribusi hasil pertanian sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan Malino dan sekitarnya. Dengan konektivitas yang lebih baik, aktivitas ekonomi masyarakat dataran tinggi diharapkan ikut terdorong.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news