
Peternakan sapi perah yang ada di Kabupaten Sleman. // Istimewa/Dokumen DP3 Sleman
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY (DPKP) mengusulkan enam ekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk disalurkan di wilayah DIY pada Iduladha 2026.
Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan usulan tersebut berasal dari empat kabupaten di DIY dan telah diajukan ke Direktorat Jenderal Peternakan.
“Kami baru menyampaikan ke Dirjen Peternakan. Kami ada usulan enam ekor sapi yang menjadi bagian dari bantuan Presiden,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (9/5/2026).
Ia menjelaskan sapi yang diusulkan telah melalui seleksi di tingkat kabupaten/kota sebelum diajukan ke pemerintah pusat. Setiap daerah diharapkan memiliki perwakilan sapi unggulan, meskipun dari Kota Jogja tidak tersedia sehingga akan dicarikan alternatif dari Bantul.
Menurut Aris, kriteria utama sapi yang diusulkan memiliki bobot minimal satu ton, bahkan diharapkan bisa lebih besar agar memenuhi standar bantuan kurban presiden.
Setelah proses seleksi dari pusat selesai, sapi yang terpilih akan mendapatkan perhatian khusus untuk menjaga kondisi kesehatan hingga hari penyembelihan.
“Kami akan terus melakukan pemantauan agar sapi tetap sehat dan tidak terserang penyakit,” jelasnya.
Selain bantuan presiden, sapi kurban dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, juga tengah dipersiapkan. Dari 14 sapi yang diseleksi, nantinya akan dipilih sembilan ekor untuk didistribusikan ke tujuh lokasi di wilayah DIY.
Sementara itu, hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Bantul menunjukkan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman meskipun harga mulai merangkak naik menjelang Iduladha.
Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, memastikan stok hewan kurban mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Secara keseluruhan sudah mencukupi, baik domba maupun sapi,” ujarnya.
Berdasarkan proyeksi, kebutuhan hewan kurban di Bantul tahun ini mencapai sekitar 7.000 ekor sapi serta 15.000 hingga 16.000 ekor kambing dan domba. Meski produksi lokal belum sepenuhnya mencukupi, pemerintah telah menyiapkan pasokan dari luar daerah untuk menjaga stabilitas.
Dari sisi harga, kenaikan mulai terasa mendekati hari raya. Namun, harga diperkirakan tetap relatif stabil hingga puncak Iduladha 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
7

















































