DLH Makassar Kumpulkan 445 Kg Sampah di Barrang Lompo

13 hours ago 6
DLH Makassar Kumpulkan 445 Kg Sampah di Barrang LompoKepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, Helmy Budiman (Dok: Nursinta KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Gerakan pemilahan sampah terus digencarkan Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dewan Lingkungan Kota Makassar.

Upaya tersebut dilakukan secara massif dengan melibatkan masyarakat dalam edukasi sekaligus aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.

Terbaru, kegiatan Jelajah Sampah dan aksi bersih-bersih digelar di Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Minggu (23/08).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa, serta jajaran pemerintah kecamatan dan masyarakat.

Helmy Budiman mengatakan, kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan sampah dengan total sekitar 445,04 kilogram, yang terdiri atas sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu.

Rinciannya, sampah organik sebanyak 1,25 kilogram, anorganik 233,05 kilogram, B3 sebanyak 202 kilogram, dan residu 8,74 kilogram.

“Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, peserta cukup banyak karena dari pihak kecamatan juga melaksanakan jalan sehat dalam rangka memperingati kemerdekaan, sekaligus ikut dalam aksi bersih-bersih,” ujar Helmy, Senin (24/08).

Selain aksi plogging dan bersih-bersih, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan jalan sehat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa gerakan menjaga kebersihan dan pemilahan sampah mulai mendapat perhatian di wilayah kepulauan.

Selain mengumpulkan sampah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat memahami pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.

Helmy menjelaskan, sampah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut tidak seluruhnya dibawa ke daratan Kota Makassar.

Kondisi geografis kepulauan dan keterbatasan transportasi membuat penanganan sampah harus dilakukan secara efektif di lokasi.

“Untuk sampah yang terkumpul, kita selesaikan di pulau. Karena jumlahnya cukup banyak dan transportasinya juga cukup sulit,” jelasnya.

DLH Kota Makassar, lanjut Helmy, saat ini memberikan fasilitasi pengangkutan sampah yang memiliki nilai ekonomis untuk dibawa ke daratan.

Sementara sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis ditangani dan diselesaikan di wilayah pulau.

“Untuk saat ini, kami memfasilitasi pengangkutan sampah yang mempunyai nilai ekonomis untuk dibawa ke kota,” tuturnya.

“Sedangkan yang tidak mempunyai nilai ekonomis diselesaikan di pulau,” tambahnya.

Dia menambahkan, pola tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang menyesuaikan dengan karakteristik wilayah kepulauan.

DLH berharap masyarakat tidak hanya membersihkan lingkungan saat kegiatan berlangsung, tetapi juga membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah.

Gerakan Jelajah Sampah di Barrang Lompo sekaligus memperkuat komitmen Pemkot Makassar untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber.

Termasuk di wilayah kepulauan, sehingga sampah yang dihasilkan dapat ditangani sedini mungkin sebelum menjadi persoalan lingkungan.

“Lewat kolaborasi pemerintah, Dewan Lingkungan, kecamatan, dan masyarakat, gerakan pemilahan sampah. Kita harapkan menjadi budaya bersama dalam menjaga kebersihan Kota Makassar,” tutup Helmy.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news