Anggota Komisi XII DPR RI, Jamaludin Malik (Dok: Ist).KabarMakassar.com — Anggota Komisi XII DPR RI, Jamaludin Malik, mendesak pemerintah untuk segera mengadopsi sistem pengelolaan sampah yang telah diterapkan di Pulau Nusa Kambangan. Seruan tersebut disampaikan saat Kunjungan Kerja Masa Reses di Kota Yogyakarta.
Menurutnya, persoalan sampah kini menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia sehingga membutuhkan solusi yang cepat, efektif, dan terjangkau. Politisi dari Partai Golkar ini menilai bahwa Kementerian Lingkungan Hidup perlu melakukan peninjauan langsung ke Nusa Kambangan guna mempelajari sistem pengelolaan yang dinilai berhasil.
“Alangkah baiknya, Kementerian Lingkungan Hidup berkunjung ke Pulau Nusa Kambangan. Di sana sekarang sudah tidak ada sampah,” tegasnya dalam keterangan, Selasa (28/04).
Ia menjelaskan bahwa teknologi pengolahan sampah yang digunakan di pulau tersebut relatif sederhana, tidak membutuhkan biaya besar, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Prosesnya pun tidak menimbulkan dampak pencemaran.
“Ini teknologi murah, ramah lingkungan, dan hasil dari pembakaran sampah itu tidak menjadi polusi udara, tidak menjadi polusi tanah, tidak menjadi polusi air,” katanya.
Lebih lanjut, Jamaludin mengungkapkan bahwa hasil pengolahan sampah tersebut juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Bahkan menjadi solusi untuk pupuk dan untuk netralisir air tambak,” lanjutnya.
Ia juga mengaku telah meninjau langsung sistem tersebut beberapa bulan lalu dan melihat efektivitasnya secara nyata. Menurutnya, pengelolaan sampah di sana sudah berjalan sangat optimal.
“Saya sudah tahu sendiri dan benar-benar efektif. Sampai mereka itu kekurangan sampah,” ungkapnya.
Pulau Nusa Kambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan dengan sejumlah lembaga pemasyarakatan justru mampu menunjukkan praktik pengelolaan lingkungan yang baik.
“Bagaimana Pulau Nusa Kambangan yang terkenal seram dan ada 11 lapas di sana, hebatnya tidak ada sampah sama sekali,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti belum adanya tindak lanjut dari pihak kementerian atas usulan yang sebelumnya telah disampaikan. Ia menegaskan agar rekomendasi DPR tidak diabaikan begitu saja.
“Saya minta secara khusus untuk segera, jangan sampai hanya dicatat dan didengarkan saja. Karena kemarin kita sudah ngomong di TV Parlemen, kita sudah usul juga. Sampai sekarang belum ada yang datang ke Nusa Kambangan,” tegasnya.
Legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah tersebut berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar teknologi ini dapat diimplementasikan di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini teknologi murah dan menjadi solusi cepat. Ketika dikerjakan bulan depan sudah bisa beroperasi,” tukasnya.


















































