Maros Andalkan Karst Terluas Kedua Dunia Hadapi Revalidasi UNESCO

3 hours ago 1
Maros Andalkan Karst Terluas Kedua Dunia Hadapi Revalidasi UNESCO Bantimurung di Kabupaten Maros (Dok: Nofi KabarMakassar)

KabarMakassar.com — Kunjungan wisata yang meningkat di Kabupaten Maros menjadi salah satu modal optimisme pemerintah daerah dalam menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep.

Di saat yang sama, berbagai upaya pelestarian kawasan karst sampai dengan pemberdayaan masyarakat terus diperkuat guna mempertahankan status tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Maros, Suwardi Sawedi, menyampaikan, seluruh langkah sudah disiapkan agar Maros-Pangkep tetap menyandang status UNESCO Global Geopark.

“Kawasan ini merupakan warisan dunia yang menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama,” ucapnya, Selasa (28/7).

“Maros-Pangkep mempunyai keunggulan berupa bentang alam karst yang termasuk terbesar di dunia, didukung kekayaan flora dan fauna yang perlu terus dilestarikan,” tambahnya.

Tercatat, jika Maros memiliki gugusan karst terluas dan terpanjang kedua di dunia setelah China Selatan.

Selain fokus pada konservasi, Pemkab Maros turut memperkuat pelibatan masyarakat melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemerintah desa, hingga pelaku UMKM di kawasan destinasi wisata.

Langkah ini dilakukan agar masyarakat turut merasakan manfaat ekonomi dari keberadaan geopark.

Sebagai bentuk dukungan, pelaku UMKM di kawasan wisata, misalnya Bantimurung, diberikan kemudahan untuk berusaha tanpa dikenakan biaya berjualan.

Pemerintah berharap para pelaku usaha turut berperan menjaga kelestarian kawasan sebagai bagian dari warisan dunia.

Di sisi lain, pengelolaan destinasi unggulan seperti Bantimurung, Leang-Leang dan Rammang-Rammang terus diperkuat lewat kolaborasi bersama masyarakat, Pokdarwis dan pemerintah desa.

Upaya tersebut berdampak pada peningkatan sektor pariwisata. Hingga Juli 2026, pendapatan dari penjualan tiket objek wisata di Kabupaten Maros mendekati Rp2,5 miliar, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yanh tercatat sekitar Rp1,3 miliar.

Pemkab Maros berharap status UNESCO Global Geopark dapat dipertahankan sehingga semakin memperkuat daya tarik wisata Maros-Pangkep sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan geopark.

Loading

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news