Lulusan Terbaik 1 Kristin Mutiara pada Wisuda ke IV Periode Tahun 2026 Program Studi D3 Keperawatan Akademi Kesehatan Sinar Kasih Toraja di Tammuan Mali' Makale, Tana Toraja, (Dok: Jerni Bening KabarMakassar)
KabarMakassar.com — Perpisahan kedua orang tua sejak usia belia tidak membuat Kristin Mutiara atau yang akrab disapa Tiara kehilangan semangat untuk meraih cita-cita. Justru, kondisi tersebut menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus belajar dan membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Perjuangan itu akhirnya berbuah manis. Tiara berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik I Program Studi Diploma Tiga (D3) Keperawatan Akademi Kesehatan Sinar Kasih Toraja dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98.
Penghargaan tersebut diterima Tiara dalam kegiatan Wisuda IV, Pelantikan, dan Pengambilan Sumpah Akademi Kesehatan Sinar Kasih Toraja yang diselenggarakan Yayasan Sinar Kasih Toraja di Gedung Tamuan Mali’, Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sabtu (19/09).
Bagi Tiara, pencapaian tersebut bukanlah hasil perjuangan seorang diri. Di balik prestasi yang diraihnya, terdapat dukungan keluarga dan kesempatan memperoleh beasiswa dari kampus yang sangat membantunya menyelesaikan pendidikan.
“Biaya sekolah dapat beasiswa dari kampus, tapi cuma biaya pendidikan seperti biaya per semester. Kalau biaya mendaftar kuliah dan praktik, om saya yang biayai,” terang Tiara.
Tiara harus menjalani masa kecil dalam kondisi kedua orang tuanya telah berpisah. Saat itu, usianya baru sekitar dua tahun ketika kedua orang tuanya memilih menjalani kehidupan masing-masing.
Namun, keadaan tersebut tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, pengalaman hidup itu mengajarkannya untuk menerima keadaan, memperbaiki diri, dan terus berusaha meraih masa depan yang lebih baik.
Meski tidak tinggal bersama kedua orang tuanya, Tiara mengaku dukungan dan doa dari mama dan papanya tetap menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalani pendidikan.
Menurutnya, perpisahan kedua orang tuanya tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih cita-cita. Ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk membuktikan kepada orang tua, keluarga, dan teman-temannya bahwa dirinya mampu meraih prestasi.
“Terima kasih kepada Mama dan Papa. Walaupun mereka jauh dan tidak bersama dengan saya, tetapi doanya selalu menyertai saya. Kepada keluarga yang sudah mendukung saya, semoga ke depan saya terus bisa kuat dan mampu memperbaiki diri dan menjadi lebih baik,” tuturnya.
Penilaian Tak Hanya dari Nilai Akademik
Sementara itu, Direktur Yayasan Sinar Kasih Toraja, Erni Yetti, mengatakan, pihaknya memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada mahasiswa yang menunjukkan prestasi selama menjalani pendidikan.
Menurut Erni, predikat lulusan terbaik tidak hanya ditentukan berdasarkan nilai akademik atau pengetahuan. Sikap dan keterampilan mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam proses penilaian.
“Untuk mendapatkan nilai terbaik itu selain dari nilai pengetahuan, sikap dan keterampilan juga menjadi kriteria dalam penilaian,” kata Erni.
Ia juga mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan selama menempuh pendidikan dengan sebaik-baiknya.
“Kita selalu memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk mengutamakan belajar karena kesempatan tidak pernah datang kedua kali,” ujarnya.
Prestasi Tiara menjadi salah satu gambaran bahwa dukungan keluarga, kesempatan memperoleh pendidikan, serta ketekunan dalam belajar dapat menjadi kekuatan untuk melewati berbagai tantangan hidup.
Dari kisahnya, Tiara membuktikan bahwa latar belakang keluarga bukanlah batas untuk meraih masa depan. Dengan tekad dan kerja keras, ia mampu menutup perjalanan pendidikannya dengan prestasi membanggakan sebagai lulusan terbaik pertama D3 Keperawatan Akademi Kesehatan Sinar Kasih Toraja.


















































