
Walikota Jogja Hasto Wardoyo saat hadir di Rapat Paripurna DPRD Kota Jogja, Senin (25/5/2026). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD Kota Jogja memastikan tidak hanya mengandalkan laporan administratif dalam mengevaluasi program Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja. Dewan berencana turun langsung ke lapangan untuk mengecek realisasi berbagai program prioritas, mulai dari penanganan sampah Jogja, pengawasan rumah kost, hingga penataan kawasan Malioboro.
Langkah tersebut dilakukan usai DPRD menerima jawaban Wali Kota atas pandangan umum fraksi dalam rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Yogyakarta, Senin (25/5/2026). Verifikasi lapangan dinilai penting agar seluruh program yang dipaparkan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di masyarakat.
Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Nujanat mengatakan seluruh Alat Kelengkapan Dewan (AKD) bersama pimpinan DPRD akan melakukan sinkronisasi data dengan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sinkronisasi itu akan dilakukan dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan terkait program yang sudah berjalan.
“Verifikasi lapangan ini bertujuan untuk memastikan apakah apakah jawaban yang disampaikan [dalam pemandangan umum fraksi] program betul-betul sudah sesuai dengan kondisi di lapangan. Apakah OPD betul-betul sudah melaksanakan dan merealisasikan apa yang dituangkan dalam jawaban Wali Kota,” ujar Sinarbiyat.
Menurutnya, hasil pengecekan langsung tersebut akan menjadi bahan penting sebelum DPRD memasuki tahapan pembahasan anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Dewan ingin memastikan seluruh program prioritas Pemkot Jogja berjalan efektif sebelum masuk pembahasan lanjutan di tingkat Badan Anggaran (Banggar).
Ia menjelaskan, setelah proses klarifikasi di tingkat OPD selesai, seluruh hasil verifikasi akan dibahas lebih lanjut di internal Banggar DPRD sebelum ditetapkan dalam rapat paripurna sebagai kesimpulan resmi legislatif.
Pemkot Jogja Fokus Sampah, Malioboro, dan Pendidikan
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dalam rapat paipurna memaparkan sejumlah program prioritas yang saat ini tengah dipercepat. Mulai dari pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, penanganan sampah, hingga pengawasan kawasan Malioboro menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Di sektor pendidikan dan ekonomi, Pemkot Jogja berkomitmen penuh mendukung program sekolah Tunas Unggul guna mendongkrak kualitas pendidikan dasar secara merata. "Sementara untuk penguatan UMKM, Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM terus memfasilitasi akses permodalan perbankan, pelatihan keahlian, hingga penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi usaha mikro,” katanya.
Terkait persoalan sampah Jogja, Hasto mengandalkan gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) untuk mengurangi volume sampah rumah tangga hingga 50 persen dari sumbernya. Selain itu menjalin kerja sama dengan Pemprov DIY dalam pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) regional yang diproyeksikan membutuhkan pasokan hingga 1.000 ton sampah per hari.
Selain penanganan sampah, Hasto berusaha mempercepat penataan lalu lintas dan kawasan wisata perkotaan. Rekayasa lalu lintas satu arah (one way) hingga digitalisasi parkir disiapkan untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sejumlah titik.
Pengawasan kawasan Sumbu Filosofi, khususnya Malioboro, juga diperketat melalui operasi Satpol PP. Selain itu menaruh perhatian pada pengawasan rumah kost melalui implementasi Perda Pondokan Nomor 1 Tahun 2017 dan program Gerakan Sapaan Anak Kos (Gesak).
Selain itu menyiapkan berbagai kebijakan ramah anak melalui layanan daycare darurat, edukasi literasi digital, hingga penguatan perlindungan terhadap kekerasan anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
3

















































