
Kekerasan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Fenomena kenakalan remaja jalanan yang kerap disebut klitih kembali menjadi perhatian serius DPRD Kota Jogja. Apalagi, sejumlah kasus yang terjadi belakangan ini bahkan telah menimbulkan korban jiwa, sehingga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.
Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja, RM Sinarbiyatnujanat, menilai penanganan yang dilakukan selama ini masih cenderung bersifat reaktif dan belum menyentuh akar persoalan. Ia menegaskan bahwa pendekatan hukum semata tidak cukup untuk menghentikan siklus kekerasan yang terus berulang.
Menurutnya, setiap kasus klitih tidak bisa hanya dilihat sebagai kesalahan individu pelaku. Ada banyak faktor yang perlu ditelusuri secara lebih mendalam, mulai dari lingkungan pergaulan, latar belakang keluarga, hingga kondisi pendidikan yang dijalani para remaja.
“Jangan hanya fokus pada pelaku. Perlu dilihat apakah ada faktor lingkungan, keluarga, atau sekolah yang turut memengaruhi perilaku tersebut,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan, pola penanganan yang ada saat ini cenderung berhenti pada proses penegakan hukum. Setelah pelaku diamankan, persoalan dianggap selesai, padahal akar masalahnya belum tersentuh secara komprehensif.
Karena itu, DPRD mendorong Pemkot Jogja untuk melakukan kajian lintas sektor dengan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Kajian ini diharapkan mampu menghasilkan formulasi kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam mencegah kenakalan remaja.
Pendekatan yang diusulkan tidak hanya berbasis penindakan, tetapi juga pencegahan melalui penguatan pendidikan karakter, pembinaan di lingkungan keluarga, serta pengawasan sosial di masyarakat.
Meski demikian, Sinarbiyatnujanat tetap mendukung langkah tegas aparat penegak hukum terhadap pelaku tindak kriminal. Namun, ia mengingatkan bahwa penanganan harus dilakukan secara hati-hati, mengingat mayoritas pelaku masih berusia anak atau remaja.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan pembinaan agar para remaja tidak terjerumus lebih jauh.
“Pemkot harus serius mencari akar persoalan yang sebenarnya, sehingga langkah yang diambil benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar reaksi sesaat,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, diharapkan kasus klitih di Kota Jogja tidak lagi berulang dan keamanan masyarakat dapat terjaga secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
4
















































