DPRD Optimis Makassar Mampu Antisipasi Kekeringan

16 hours ago 4
DPRD Optimis Makassar Mampu Antisipasi Kekeringan Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham saat Menghadiri Apel Siaga Bencana (Dok: Ist).

KabarMakassar.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar optimistis pasokan air bagi masyarakat tetap terjaga di tengah potensi kekeringan.

Sejumlah langkah antisipasi mulai disiapkan, mulai dari penempatan tandon air, distribusi menggunakan mobil tangki hingga dukungan intake baru untuk memperluas layanan air bersih.

Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham, mengatakan pemerintah kota bersama instansi terkait telah membangun koordinasi untuk mengantisipasi dampak musim kering, khususnya di wilayah yang selama ini rawan mengalami kesulitan air.

“Insyaallah kita tetap optimis untuk bagaimana menjaga keberadaan air di titik tertentu di Kota Makassar,” kata Ari di sela Apel Kesiapsiagaan Bencana di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Selasa (14/7).

Menurut Ari, keberadaan intake baru milik perusahaan daerah air minum menjadi salah satu penguatan dalam menjaga distribusi air. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu menopang pelayanan ke wilayah yang sebelumnya belum menikmati pasokan air bersih secara maksimal.

“Apalagi kita lihat kemarin, PDM sudah ada intake baru untuk mensupport tempat-tempat yang selama ini tidak bisa merasakan air bersih,” ujarnya.

Selain mengandalkan penguatan layanan air perpipaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar juga menjajaki keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau CSR.

Ari menyebut bantuan dari perusahaan diarahkan dalam bentuk tangki maupun tandon air. Sarana tersebut nantinya ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai memiliki kerawanan terhadap kekeringan.

“BPBD Makassar sudah banyak berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk bagaimana bisa memberikan CSR-nya dalam bentuk bantuan tangki tandon untuk diserahkan di tempat-tempat yang dianggap rawan bencana,” jelasnya.

DPRD menilai langkah tersebut dapat menjadi solusi pendukung ketika kebutuhan air masyarakat meningkat di tengah kekeringan. Selain tandon yang ditempatkan secara menetap, kendaraan pengangkut air juga disiapkan untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan distribusi.

“Ini adalah salah satu terobosan yang luar biasa dari teman-teman BPBD dalam rangka membantu masyarakat untuk antisipasi kekeringan,” kata Ari.

Meski demikian, Ari meminta seluruh potensi penanganan tetap dimaksimalkan. DPRD mendorong pemerintah kota tidak hanya bertumpu pada satu skema dalam menjaga pelayanan air kepada masyarakat.

Opsi penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT) juga terbuka apabila kekeringan membutuhkan penanganan dalam kondisi darurat. Menurut Ari, skema tersebut pernah digunakan untuk menangani kekeringan di Makassar.

“Itu memang dimungkinkan dan sudah pernah dilaksanakan di Makassar untuk menggunakan BTT dalam rangka penanganan kekeringan. Karena itu masuk dalam kondisi darurat, sehingga bisa dimaksimalkan,” tegasnya.

DPRD, lanjut Ari, siap memberikan dukungan terhadap langkah pemerintah sepanjang dilaksanakan sesuai ketentuan dan diarahkan untuk menjamin pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, apa pun itu selama masih sesuai rule dan on track, kita pasti support,” tutup Ari.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news