Jumali Senin, 15 Juni 2026 22:47 WIB

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA
Harianjogja.com, JOGJA—Laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 mempertemukan Belgia dan Mesir dalam duel yang bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertarungan dua kekuatan besar yang bertumpu pada bintang utama masing-masing tim di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat.
Belgia datang dengan status unggulan berkat kedalaman skuad dan pengalaman pemain yang tampil di level tertinggi Eropa. Sementara Mesir membawa semangat underdog dengan kekuatan utama pada organisasi permainan dan kecepatan serangan balik.
Sorotan utama pertandingan ini tertuju pada dua nama besar: Kevin De Bruyne dan Mohamed Salah. Keduanya menjadi simbol kekuatan masing-masing tim dalam fase serangan.
Belgia di bawah asuhan Domenico Tedesco masih mengandalkan kreativitas De Bruyne sebagai pengatur ritme permainan. Gelandang veteran itu tetap menjadi pusat distribusi bola dengan visi dan umpan-umpan terukurnya meski usianya tidak lagi muda.
Namun, Belgia juga menyimpan kelemahan di lini belakang. Kombinasi pemain senior dan transisi bertahan yang kerap lambat membuat mereka rentan terhadap serangan balik cepat. Situasi ini bisa menjadi celah yang dimanfaatkan Mesir sepanjang laga.
Di sisi lain, Mesir yang dilatih Hossam Hassan diperkirakan akan bermain lebih pragmatis. Strategi bertahan rapat dan menunggu momen untuk menyerang menjadi pendekatan utama menghadapi dominasi Belgia.
Mesir akan sangat bergantung pada Mohamed Salah sebagai ujung tombak serangan. Kecepatan dan kemampuan individu sang winger menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Belgia yang cenderung bermain tinggi.
Secara taktik, laga ini diprediksi berlangsung dalam dua pola berbeda. Belgia akan mendominasi penguasaan bola, sementara Mesir fokus pada disiplin bertahan dan transisi cepat.
Kunci pertandingan bagi Belgia adalah mencetak gol lebih awal untuk memaksa Mesir keluar dari pola bertahan. Sebaliknya, jika Mesir mampu bertahan hingga babak pertama berakhir tanpa kebobolan, tekanan justru akan berbalik ke kubu Belgia.
Meski Belgia lebih diunggulkan dari segi kualitas individu dan pengalaman, Mesir tetap memiliki peluang mencuri hasil jika mampu memaksimalkan setiap kesempatan serangan balik.
Prediksi akhir menunjukkan laga berjalan ketat. Belgia diperkirakan menang tipis 1-0 atau 2-1, namun hasil imbang 1-1 tetap sangat mungkin terjadi jika Mesir mampu menjaga disiplin permainan hingga akhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
1

















































