Ekspor DIY Juli 2026 Capai US$50,64 Juta, Surplus Perdagangan US$37,43 Juta

2 hours ago 1

Ekspor DIY Juli 2026 Capai US$50,64 Juta, Surplus Perdagangan US$37,43 Juta

Foto ilustrasi impor dan eksport. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Perdagangan luar negeri Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat surplus pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat nilai ekspor mencapai 50,64 juta dolar AS, sedangkan impor berada di angka 13,21 juta dolar AS.

Selisih kedua aktivitas perdagangan tersebut menghasilkan surplus neraca perdagangan DIY sebesar 37,43 juta dolar AS pada Juli 2026. Nilai surplus itu menjadi bagian dari catatan perdagangan luar negeri DIY yang secara kumulatif masih positif sepanjang Januari-Juli 2026.

Plt. Kepala BPS DIY Endang Tri Wahyuningsih mengatakan nilai ekspor Juli 2026 meningkat 6,32% dibandingkan Juni 2026. Namun, jika dibandingkan dengan Juli 2025, nilai ekspor tersebut justru turun 6,24%.

Secara kumulatif, nilai ekspor DIY selama Januari-Juli 2026 mencapai 352,58 juta dolar AS. Angka tersebut tumbuh 8,74% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Amerika Serikat Jadi Pasar Ekspor Terbesar

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara tujuan utama produk ekspor DIY pada Juli 2026. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai 23,19 juta dolar AS atau sekitar 45,79% dari keseluruhan ekspor DIY pada bulan tersebut.

Setelah AS, negara tujuan ekspor DIY lainnya adalah Jerman, Australia, Jepang, dan Belanda. Pasar-pasar tersebut menjadi tujuan ekspor produk yang dihasilkan dari berbagai kelompok barang asal DIY.

"Ditinjau menurut golongan barang, ekspor DIY masih didominasi oleh pakaian bukan rajutan dan aksesorinya, pakaian rajutan dan aksesorisnya, serta barang dari kulit samak," ujarnya.

Komposisi tersebut menunjukkan jenis barang yang mendominasi aktivitas ekspor DIY pada Juli 2026. BPS DIY mencatat perkembangan ekspor tersebut bersamaan dengan pertumbuhan nilai ekspor secara kumulatif hingga tujuh bulan pertama tahun ini.

Di sisi lain, pergerakan ekspor secara bulanan dan tahunan menunjukkan arah yang berbeda. Nilai ekspor naik dibandingkan Juni 2026, tetapi masih lebih rendah jika dibandingkan dengan Juli tahun sebelumnya.

Impor Juli Naik, tetapi Kumulatif Turun

Dari sisi impor, DIY mencatat nilai 13,21 juta dolar AS pada Juli 2026. Nilai tersebut meningkat 4,07% dibandingkan Juni 2026 dan juga naik 0,32% dibandingkan Juli 2025.

Berbeda dengan catatan bulanan tersebut, nilai impor secara kumulatif justru mengalami penurunan. Sepanjang Januari-Juli 2026, nilai impor DIY mencapai 93,12 juta dolar AS atau turun 9,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Endang mengatakan impor DIY pada Juli 2026 didominasi bahan baku dan bahan penolong. Barang-barang tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas industri dan produksi di daerah.

Perbedaan nilai antara ekspor dan impor kemudian membuat neraca perdagangan DIY tetap mencatat surplus. Pada Juli 2026, surplus mencapai 37,43 juta dolar AS.

Jika dihitung secara kumulatif, surplus neraca perdagangan DIY sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 259,46 juta dolar AS. Menurut BPS DIY, angka tersebut menunjukkan kinerja perdagangan luar negeri daerah masih berada dalam kondisi positif.

"Kinerja perdagangan luar negeri DIY pada Juli 2026 menunjukkan kondisi yang tetap positif, nilai ekspor yang lebih besar daripada nilai impor dibandingkan bulan sebelumnya mendorong neraca perdagangan tetap mencatat surplus," jelasnya.

BPS Pantau Perdagangan Luar Negeri DIY

Endang mengatakan kondisi perdagangan tersebut mencerminkan produk-produk unggulan DIY masih memiliki daya saing yang baik di pasar internasional. BPS DIY akan terus memantau perkembangan ekspor, impor, dan neraca perdagangan sebagai salah satu indikator penting untuk melihat dinamika perekonomian daerah.

Pemantauan tersebut mencakup perkembangan nilai ekspor dan impor serta perubahan neraca perdagangan. Data perdagangan luar negeri menjadi salah satu informasi yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan aktivitas ekonomi DIY.

"Informasi ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam memperkuat kinerja perdagangan luar negeri serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news