Corporate Secretary PT Patra Logistik, Prakoso Yoga Ferlando (tengah) di sela kegiatan Energy Logistics Strategic Forum (ELSF) 2026 yang digelar oleh PT Patra Logistik di lingkungan PEM Akamigas, Blora.
BLORA — Distribusi energi menjadi tulang punggung kelangsungan aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Ketersediaan bahan bakar yang terjaga memastikan sektor transportasi, logistik, hingga industri tetap bergerak stabil. Namun, peran vital ini kerap luput dari perhatian publik hingga terjadi gangguan pasokan.
Di negara kepulauan seperti Indonesia, tantangan distribusi energi tidaklah sederhana. Kondisi geografis yang luas dengan karakter wilayah beragam, termasuk kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), menuntut sistem logistik yang andal, adaptif, dan efisien. Dalam konteks ini, pengelolaan rantai pasok energi menjadi kunci untuk menjaga pemerataan akses sekaligus stabilitas sosial dan ekonomi nasional.
Isu strategis tersebut menjadi fokus utama dalam Energy Logistics Strategic Forum (ELSF) 2026 yang digelar oleh PT Patra Logistik di lingkungan PEM Akamigas, Blora. Forum ini mempertemukan pelaku industri dan kalangan akademisi untuk membahas tantangan serta solusi dalam distribusi energi nasional.
Dalam paparannya, PT Patra Logistik mengungkapkan skala operasional yang tidak kecil. Perusahaan mengelola lebih dari 1.500 unit mobil tangki yang melayani distribusi ke lebih dari 2.400 SPBU serta ratusan titik penyaluran lainnya di seluruh Indonesia. Peran ini juga mencakup dukungan terhadap program BBM Satu Harga, yang bertujuan menghadirkan akses energi merata hingga ke wilayah terpencil.
Untuk memastikan distribusi tetap berjalan optimal, perusahaan memanfaatkan teknologi Road Traffic Controller (RTC). Sistem ini memungkinkan pemantauan armada secara real-time, sehingga potensi hambatan seperti keterlambatan pengiriman dapat diantisipasi lebih dini sekaligus menjaga standar keselamatan operasional.
Corporate Secretary PT Patra Logistik, Prakoso Yoga Ferlando, menegaskan bahwa distribusi energi tidak sekadar persoalan teknis, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik.
“Logistik energi adalah soal kepercayaan. Ketika distribusi berjalan lancar, masyarakat mungkin tidak menyadarinya. Namun ketika terganggu, dampaknya langsung terasa terhadap aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Forum yang dihadiri lebih dari 200 peserta ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Mereka mendapatkan gambaran nyata mengenai dinamika operasional di lapangan, mulai dari manajemen rantai pasok, mitigasi risiko, hingga pengambilan keputusan strategis.
Wakil Direktur II PEM Akamigas, Dr. Ayende, menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri sangat penting dalam mencetak sumber daya manusia yang siap kerja.
“Mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga realitas di lapangan. Ini menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan industri energi yang terus berkembang,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan talenta muda, PT Patra Logistik juga membuka peluang magang bagi mahasiswa. Program ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, PT Patra Logistik menegaskan bahwa logistik energi merupakan fondasi penting dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
2

















































