Suasana di YIA. Anisatul Umah/Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Embarkasi haji berbasis hotel pertama di Indonesia akan resmi beroperasi pada Selasa (21/4/2026), dan jemaah asal Kulonprogo menjadi rombongan pertama yang menjajal fasilitas baru itu. Sebanyak 354 jemaah akan masuk asrama hotel sebelum diberangkatkan melalui Yogyakarta International Airport (YIA).
General Bandara YIA Muhammad Thamrin memastikan seluruh fasilitas penerbangan sudah siap 100 persen untuk melayani keberangkatan jemaah haji dari DIY untuk pertama kalinya. Pesawat pengangkut jemaah untuk keberangkatan besok juga sudah mendarat di apron Bandara YIA.
“Sudah ready, saya berharap tidak ada kendala yang terjadi pada saat proses keberangkatan. Nantinya jemaah haji dari hotel langsung diproses menuju apron menggunakan bus, barang-barangnya di terminal kargo nanti penumpang melewati main gate, pintu utama bandara,” katanya kepada wartawan, Senin (20/4/2026).
Thamrin mengatakan kesiapan personel juga telah dipastikan melalui apel pada Senin pagi. Menurut dia, seluruh ekosistem penerbangan diharapkan ikut mendukung agar embarkasi haji perdana di YIA berjalan lancar.
Ia juga mengingatkan para pengantar jemaah agar tidak memasuki area terlarang seperti apron karena kawasan itu tergolong high security dan high regulated. Meski begitu, Bandara YIA tetap terbuka bagi keluarga jemaah yang ingin melepas keberangkatan.
“Kami himbau kepada pengantar jemaah haji agar diperhatikan juga area-area yang tidak boleh dimasuki seperti apron karena high security dan high regulated dan memang tidak diperuntukan untuk umum,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Layanan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kulonprogo, Kholistin Arifiyani, mengatakan pengumpulan koper besar jemaah sudah dimulai sejak Senin pagi. Proses itu dilakukan di Kantor Kementerian Agama Kulonprogo karena Kemenhaj belum memiliki kantor di tingkat kabupaten.
“Pengumpulan koper dari pagi hingga sore hari dengan disesuaikan jadwal per rombongan yang diberikan waktu satu jam untuk kumpul koper besar,” ungkapnya.
Kholistin menyebut seluruh persiapan penyelenggaraan embarkasi haji Kulonprogo sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti. Ia menilai Selasa (21/4/2026) akan menjadi momen bersejarah bagi penyelenggaraan haji di Kulonprogo.
Ia juga melaporkan ada empat jemaah haji yang batal berangkat tahun ini karena kecelakaan dan persoalan keluarga. Kuota mereka sudah digantikan oleh jemaah cadangan agar jumlah keberangkatan tetap sesuai ketentuan.
“Besok semua akan dapat kartu nusuk di embarkasi dan ini yang pertama kalinya kartu nusuk dibagikan di tanah air karena biasanya dibagikan saat jemaah haji tiba di hotel Makkah atau Madinah,” jelas Kholistin.
Kartu nusuk wajib dimiliki jemaah untuk masuk Makkah dan menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pembagian kartu itu menjadi salah satu pembaruan penting dalam layanan keberangkatan haji tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

7 hours ago
7

















































