
Volkswagen Jetta GLI Sports Sedan. ANTARA/HO-vw
Harianjogja.com, JAKARTA — Era mobil manual di Amerika Serikat tampaknya benar-benar menuju garis akhir. Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen, dikabarkan akan sepenuhnya menghentikan penggunaan transmisi manual di pasar Negeri Paman Sam mulai 2027.
Langkah ini bukan tanpa sinyal. Sebelumnya, Volkswagen telah lebih dulu menghapus opsi transmisi manual pada sejumlah model populernya seperti Golf GTI dan Golf R untuk model tahun 2025. Kini, hanya tersisa satu model yang masih mempertahankan sensasi berkendara klasik tersebut, yakni Jetta GLI.
Namun, nasib transmisi manual di model ini pun sudah di ujung tanduk. Opsi manual enam percepatan pada Jetta GLI dipastikan hanya akan tersedia hingga model tahun 2026. Setelah itu, seluruh lini kendaraan Volkswagen di Amerika Serikat akan beralih sepenuhnya ke transmisi otomatis.
Keputusan ini disebut sejalan dengan perubahan besar dalam tren industri otomotif global. Permintaan terhadap mobil dengan transmisi otomatis dan kendaraan elektrifikasi terus meningkat, sementara minat terhadap transmisi manual semakin menurun dari tahun ke tahun.
Meski demikian, Volkswagen tidak menutup mata terhadap loyalitas penggemar setianya. Pabrikan tersebut menyadari bahwa transmisi manual masih memiliki tempat tersendiri, terutama di kalangan pecinta mobil performa.
“Meski begitu, Volkswagen menyebut pihaknya memahami masih ada penggemar setia transmisi manual, khususnya pada model performa seperti Jetta GLI.”
Jetta GLI sendiri dikenal sebagai sedan sport yang menawarkan performa mumpuni. Mobil ini dibekali mesin turbocharged 2.0 liter empat silinder yang mampu menghasilkan tenaga hingga 228 horsepower (hp). Selama ini, model tersebut hadir dengan dua pilihan transmisi, yakni manual enam percepatan dan otomatis dual-clutch tujuh percepatan.
Penghapusan transmisi manual ini sekaligus menjadi penanda kuat bahwa industri otomotif tengah bergerak menuju era baru yang lebih praktis, efisien, dan ramah teknologi. Bagi sebagian penggemar, keputusan ini mungkin terasa sebagai akhir dari sebuah romantisme berkendara. Namun bagi industri, ini adalah langkah tak terhindarkan menuju masa depan mobilitas.
Dengan tren elektrifikasi yang terus berkembang, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, bukan hanya transmisi manual yang ditinggalkan, tetapi juga mesin konvensional secara keseluruhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

8 hours ago
4

















































