Jumali Kamis, 03 September 2026 08:47 WIB

Foto ilustrasi Whatssapp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—WhatsApp sedang menguji fitur baru bernama Scam Alert yang berpotensi menjadi senjata tambahan dalam melawan maraknya penipuan digital. Fitur ini dirancang untuk memberikan peringatan kepada pengguna ketika menerima pesan yang terindikasi sebagai upaya scam atau penipuan.
Meta, perusahaan induk WhatsApp, mengungkapkan bahwa Scam Alert saat ini masih tersedia secara terbatas dalam versi beta sebelum nantinya dirilis secara lebih luas kepada seluruh pengguna.
Berbeda dengan sistem deteksi tradisional yang mengandalkan pemrosesan data di server, Scam Alert memanfaatkan model machine learning yang berjalan langsung di perangkat pengguna. Dengan pendekatan tersebut, WhatsApp mengklaim dapat tetap menjaga privasi pengguna tanpa mengorbankan keamanan.
"Scam Alert adalah fitur baru dan opsional yang menjalankan model machine learning di perangkat untuk memperingatkan pengguna tentang potensi pesan penipuan," tulis Meta dalam keterangan resminya.
Meta menjelaskan bahwa fitur ini dikembangkan untuk menghadapi berbagai modus penipuan yang terus berkembang. Mulai dari penyamaran identitas, rekayasa sosial, hingga penggunaan konten berbasis kecerdasan buatan (AI) yang semakin sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Namun, Scam Alert tidak akan aktif secara otomatis. Pengguna harus mengaktifkan fitur tersebut secara manual melalui pengaturan aplikasi.
Setelah diaktifkan, WhatsApp akan mengunduh model machine learning ke perangkat. Sistem kemudian akan menganalisis pesan yang masuk dari nomor yang tidak tersimpan di daftar kontak dan mencocokkannya dengan pola-pola penipuan yang telah dikenali sebelumnya.
Model tersebut dilatih menggunakan berbagai pola percakapan yang sebelumnya dilaporkan pengguna sebagai aktivitas penipuan. Dari data tersebut, sistem mempelajari struktur percakapan, pilihan kata, hingga sinyal linguistik yang umum digunakan pelaku scam.
Apabila sebuah pesan dinilai memiliki kemungkinan sebagai upaya penipuan, WhatsApp akan menampilkan peringatan langsung di ruang obrolan. Notifikasi tersebut hanya dapat dilihat oleh penerima pesan dan tidak diketahui oleh pengirim.
Pengguna kemudian diberikan beberapa pilihan tindakan, mulai dari memblokir nomor tersebut, melaporkannya kepada WhatsApp, atau tetap melanjutkan percakapan apabila merasa pesan tersebut aman.
WhatsApp juga menyediakan mekanisme koreksi apabila sistem salah memberikan peringatan. Pengguna dapat menandai percakapan sebagai tepercaya sehingga peringatan akan dihapus dan tidak lagi muncul pada chat yang sama.
Selain itu, pengguna yang memilih menandai percakapan sebagai aman dapat mengirimkan lima pesan terakhir kepada WhatsApp secara sukarela. Data tersebut digunakan untuk membantu meningkatkan akurasi sistem deteksi di masa mendatang.
Salah satu aspek yang paling disorot Meta adalah perlindungan privasi. Perusahaan menegaskan seluruh proses klasifikasi dilakukan langsung di perangkat pengguna tanpa mengirim isi pesan ke server.
Artinya, pesan yang dianalisis tidak secara otomatis dibagikan kepada WhatsApp, Meta, maupun pihak ketiga. Bahkan ketika sistem mendeteksi indikasi penipuan, informasi tersebut tetap berada di perangkat pengguna kecuali pengguna sendiri memutuskan untuk membuat laporan.
Pendekatan ini memungkinkan Scam Alert tetap berjalan seiring dengan sistem enkripsi end-to-end yang selama ini menjadi salah satu fitur utama WhatsApp.
Meta menyebut perkembangan teknologi machine learning di perangkat kini memungkinkan analisis teks dilakukan secara lokal tanpa memberikan dampak signifikan terhadap performa ponsel, konsumsi baterai, maupun kapasitas penyimpanan.
Sebelum dirilis secara global, Meta masih akan melakukan berbagai pengujian bersama komunitas Bug Bounty serta peneliti keamanan siber guna memastikan fitur tersebut bekerja secara akurat dan tidak menimbulkan risiko baru bagi pengguna.
Jika berhasil diterapkan secara luas, Scam Alert berpotensi menjadi salah satu fitur keamanan paling penting di WhatsApp. Di tengah meningkatnya kasus penipuan digital yang memanfaatkan pesan instan, fitur ini dapat membantu pengguna mengenali ancaman lebih cepat sekaligus mengurangi risiko menjadi korban scam yang semakin canggih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
3
















































