Leandro Paredes Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Argentina

3 hours ago 2

Leandro Paredes Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Argentina

Leandro Paredes / Instagram: leoparedes20

Harianjogja.com, JOGJA—Leandro Paredes mulai mempertimbangkan masa depannya bersama Timnas Argentina setelah dua perubahan besar datang bersamaan. Gelandang Boca Juniors itu harus menjalani hukuman panjang dari FIFA, sementara Lionel Messi juga disebut telah mengakhiri perjalanan bersama Albiceleste.

Paredes mengungkapkan keraguan tersebut setelah Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia. Albiceleste kalah 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di New York/New Jersey, 19 Juli lalu.

Kekalahan tersebut kemudian diikuti persoalan disipliner. FIFA menjatuhkan larangan bermain 10 pertandingan kepada Paredes akibat insiden yang terjadi setelah pertandingan final.

"Saya rasa sulit untuk melanjutkan bersama tim nasional karena skorsing dan keputusan Leo (Messi) juga," kata Paredes, dikutip BBC Sport.

Pemain berusia 32 tahun itu belum mengambil keputusan akhir. Paredes juga mengaku belum membicarakan kemungkinan pensiun dengan pelatih Lionel Scaloni.

"Saya belum membicarakannya dengan pelatih, tapi kami akan melakukannya," ujarnya.

Paredes Dijatuhi Skorsing 10 Pertandingan

Sanksi FIFA menjadi persoalan serius bagi Paredes. Dalam keputusan yang diumumkan pada 21 Agustus 2026, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman 10 pertandingan dan denda US$90.000 kepada gelandang Argentina tersebut.

FIFA menyatakan hukuman itu berkaitan dengan insiden yang terjadi pada final Piala Dunia 2026. Skorsing Paredes menjadi yang terberat di antara pemain yang dijatuhi hukuman akibat keributan setelah pertandingan.

Nahuel Molina juga mendapat hukuman tujuh pertandingan dan denda US$90.000. Sementara itu, Thiago Almada dijatuhi larangan satu pertandingan dan denda US$30.000.

FIFA memastikan sanksi pertandingan tersebut dibawa ke laga berikutnya yang dijalani tim nasional terkait. Keputusan itu juga masih terbuka untuk proses banding sesuai ketentuan disiplin FIFA.

Bagi Paredes, hukuman tersebut jelas mengganggu rencana setelah Piala Dunia. Ia bukan sekadar kehilangan kesempatan tampil dalam satu atau dua pertandingan, tetapi harus menepi dalam rangkaian agenda internasional Argentina.

Karena itu, keputusan untuk melanjutkan karier internasional menjadi semakin kompleks. Paredes harus mempertimbangkan usia, lamanya masa skorsing, kebutuhan Argentina terhadap pemain senior, serta rencana Scaloni untuk membangun tim setelah Piala Dunia.

Era Messi Jadi Pertimbangan Paredes

Selain hukuman FIFA, berakhirnya era Lionel Messi menjadi faktor lain yang disebut Paredes.

Messi merupakan figur sentral dalam periode paling sukses Argentina dalam beberapa tahun terakhir. Bersama generasi yang sama, Argentina berhasil memenangkan Copa America, Finalissima, dan Piala Dunia.

Kini, generasi tersebut mulai memasuki fase perubahan.

Paredes menjadi salah satu pemain yang masih berada di kelompok senior Argentina. Namun, setelah Messi tidak lagi menjadi bagian dari rencana tim nasional, suasana di dalam skuad juga berpotensi berubah.

"Sangat sulit bagi semua pemain untuk bisa seperti dulu lagi," kata Paredes.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keputusan pensiun bukan semata-mata berkaitan dengan hukuman FIFA. Ada faktor emosional dan perubahan generasi yang ikut memengaruhi pertimbangannya.

Bagi Paredes, meninggalkan Argentina berarti mengakhiri perjalanan yang sudah berlangsung hampir satu dekade. Ia menjalani debut internasional pada 2017 dan kemudian menjadi salah satu gelandang yang dipercaya dalam era kejayaan Albiceleste.

Karakter permainan Paredes selama ini dikenal agresif. Ia memiliki kemampuan mengatur tempo, membantu sirkulasi bola dari lini tengah, sekaligus kuat dalam duel.

Namun, pada usia 32 tahun, Paredes juga harus melihat persaingan dengan pemain-pemain yang lebih muda.

Belum Ada Keputusan Final

Untuk saat ini, Paredes belum menyatakan pensiun dari Timnas Argentina. Pernyataannya lebih tepat dipahami sebagai pertimbangan terhadap kemungkinan tersebut.

Ia masih akan berbicara dengan Scaloni sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Situasi itu membuat masa depan Paredes bersama Argentina menjadi salah satu hal yang menarik setelah Piala Dunia 2026. Jika bertahan, ia harus melewati hukuman 10 pertandingan dan kembali bersaing mendapatkan tempat di lini tengah.

Sebaliknya, jika memilih mundur, Paredes akan menutup perjalanan internasionalnya setelah menjadi bagian dari generasi Argentina yang berhasil meraih sejumlah trofi besar.

Yang jelas, keputusan Paredes belum final. Sanksi FIFA dan perubahan besar setelah Piala Dunia hanya membuat pilihan tersebut menjadi jauh lebih sulit daripada sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news