Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 08:47 WIB

Gempa M7,7 mengguncang Flores dan terasa kuat di Sikka. Bupati Sikka meminta warga tenang serta waspada terhadap potensi tsunami. /Antara.
Harianjogja.com, KUPANG— Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengimbau masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.
Juventus meminta masyarakat tidak panik serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga menyusul guncangan gempa yang turut dirasakan cukup kuat di Kabupaten Sikka.
“Sehubungan dengan kejadian tersebut, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sikka agar tetap tenang, tidak panik, dan senantiasa mengutamakan keselamatan diri serta keluarga,” kata Juventus dalam keterangan resmi yang diterima di Kupang, Sabtu.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA. Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut memiliki episenter pada koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur.
Lokasi episenter berada sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Kabupaten Sikka. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meminta masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan pesisir, meningkatkan kewaspadaan.
Warga Pesisir Diminta Waspada Tsunami
Juventus secara khusus mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk memperhatikan perkembangan informasi mengenai potensi tsunami yang disampaikan BMKG.
Meski potensi tsunami disebut relatif kecil, masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan maupun arahan dari pihak berwenang.
“Bagi masyarakat di wilayah pesisir, agar senantiasa memperhatikan perkembangan informasi dan segera mengikuti arahan evakuasi apabila terdapat perintah dari pihak berwenang,” ujar dia.
Masyarakat juga diminta sementara menjauhi bangunan yang berpotensi membahayakan, kawasan pantai, dan tepi sungai. Warga diminta menuju tempat yang lebih aman apabila situasi mengharuskan dilakukan evakuasi.
Selain itu, Juventus meminta masyarakat mengikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, serta pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan.
Masyarakat juga diimbau menyiapkan tas siaga bencana. Tas tersebut dapat berisi dokumen penting, obat-obatan, air minum, makanan, alat penerangan, serta kebutuhan lain yang diperlukan dalam kondisi darurat.
Pemkab Sikka Pantau Kondisi Lapangan
Di tengah situasi pascagempa, masyarakat diminta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi. Juventus meminta warga mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan BMKG, BPBD, dan Pemerintah Kabupaten Sikka.
Pemerintah Kabupaten Sikka bersama BPBD, TNI, Polri, dan unsur relawan telah melakukan pemantauan kondisi di lapangan. Koordinasi antarlembaga juga terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Juventus mengajak masyarakat tetap tenang dan saling membantu dalam menghadapi situasi pascagempa. Kewaspadaan, menurutnya, perlu ditingkatkan tanpa diikuti kepanikan.
Masyarakat juga diminta tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama terkait perkembangan gempa maupun potensi bencana susulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
4

















































