Perwakilan Legal GMTD, Jonny dan Planning GMTD, Gede Sutawijana (Dok: Ist).
KabarMakassar.com — Pengembang kawasan Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) menargetkan penyerahan tambahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) kepada Pemerintah Kota Makassar dapat direalisasikan tahun ini.
Diketahui, hingga hari ini pihak GMTD baru menyerahkan 7 PSU kepada pihak Pemerintah Kota Makassar.
Proses penyerahan disebut masih berlangsung dan terkendala penyelesaian administrasi serta pembangunan di sejumlah kawasan yang belum rampung.
Perwakilan Legal GMTD, Jonny, mengatakan secara umum tidak ada hambatan berarti dalam proses penyerahan PSU. Koordinasi dengan Perumda terkait penyerahan aset juga terus berjalan.
“Secara keseluruhan tidak ada kendala. Hanya memang ada beberapa administrasi yang harus kami jalankan. Koordinasi dengan Perumda terkait penyerahan PSU juga berjalan cukup lancar, termasuk untuk tujuh klaster yang sudah diserahkan,” ujar Jonny beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, sejumlah kawasan belum dapat diserahkan karena masih dalam tahap pembangunan.
Menurutnya, pengembang harus menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai ketentuan sebelum proses serah terima dilakukan kepada pemerintah.
“Kenapa belum diserahkan? Karena pembangunannya masih berjalan. Sesuai aturan, kami selesaikan dulu seluruh pembangunan sebelum diserahkan,” katanya.
Jonny menegaskan seluruh alokasi lahan untuk fasilitas sosial dan fasilitas umum telah tercantum dalam dokumen perizinan dan dapat diverifikasi oleh pemerintah. Karena itu, ia membantah anggapan bahwa lahan PSU dapat dialihkan untuk kepentingan lain.
“Kalau lahan itu dijual, pasti masuk ranah hukum. Kami perusahaan terbuka, tidak mungkin bermain-main dengan aturan, apalagi soal fasos dan fasum,” tegasnya.
Sementara itu, Planning GMTD, Gede Sutawijana, mengungkapkan hingga kini baru tujuh klaster yang telah resmi diserahkan kepada pemerintah dari sekitar 50 klaster di seluruh kawasan GMTD. Selain klaster, sejumlah fasilitas umum seperti Jalan Metro sepanjang sekitar tujuh kilometer, kantor kecamatan, gardu induk PLN, dan beberapa fasilitas lainnya juga telah diserahkan.
Menurut Gede, fokus penyerahan dilakukan lebih dahulu pada kawasan yang telah lama selesai dibangun, sedangkan kawasan baru masih menunggu penyelesaian administrasi.
“Yang lain sebenarnya sudah siap, tinggal administrasinya yang kami kejar. Kami pastikan tahun ini masih ada tambahan PSU yang akan diserahkan,” ujarnya.
Ia menambahkan proses pengembangan kawasan GMTD diperkirakan masih berlangsung sekitar dua tahun lagi. Saat ini progres pembangunan disebut telah mencapai sekitar 80 persen.
“Kurang lebih dua tahun lagi pengembangan kawasan ini selesai karena progresnya sudah sekitar 80 persen,” kata Gede.
Terkait keluhan warga mengenai pasokan air bersih, pihak GMTD mengakui masih terdapat kendala akibat pasokan dari PDAM yang belum optimal. Untuk menjaga pelayanan, pengembang masih mengoperasikan sistem penyediaan air secara mandiri.
“Memang masih ada keluhan soal air. Kami sudah bekerja sama dengan PDAM, tetapi debit airnya belum maksimal sehingga kami juga melakukan pengelolaan sendiri untuk memenuhi kebutuhan penghuni,” tukasnya.


















































