Harga Pangan Sleman Stabil, Tapi Cabai Merah Keriting Naik Tajam

3 hours ago 2

Harga Pangan Sleman Stabil, Tapi Cabai Merah Keriting Naik Tajam

Bahan pangan - ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Menjelang perayaan Iduladha 2026, harga mayoritas bahan pokok (bapok) di Kabupaten Sleman terpantau masih stabil. Meski demikian, sejumlah komoditas mengalami fluktuasi, dengan cabai merah keriting mencatat kenaikan paling signifikan.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman memastikan pemantauan harga terus dilakukan secara intensif di delapan pasar tradisional, yakni Pasar Sleman, Prambanan, Godean, Tempel, Pakem, Kalasan, Depok, dan Cebongan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pasokan menjelang hari besar keagamaan.

Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, menjelaskan bahwa secara umum kondisi harga pangan pada pekan keempat Mei 2026 masih terkendali jika dibandingkan pekan sebelumnya. Komoditas utama seperti beras, gula pasir, minyak goreng curah, tepung terigu, hingga daging sapi tidak mengalami perubahan berarti.

“Mayoritas bahan pokok masih stabil. Ini menunjukkan distribusi dan pasokan berjalan cukup baik,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Cabai merah keriting menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan lonjakan mencapai 19,58%. Selain itu, harga Minyakita naik 5,17%, diikuti bawang merah 2,41%, cabai rawit merah 1,5%, serta cabai merah besar 0,85%. Kenaikan juga terjadi pada minyak goreng premium, kedelai impor, dan kedelai lokal, meski dalam skala lebih kecil.

Di sisi lain, kabar baik datang dari sejumlah bahan pokok yang justru mengalami penurunan harga. Bawang putih honan tercatat turun 1,97%, disusul daging ayam ras yang turun 0,61%, serta telur ayam ras yang kini berada di kisaran Rp25.375 per kilogram setelah turun 0,21%.

Mae menegaskan, pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari distributor hingga pelaku logistik. Jika terjadi lonjakan harga yang signifikan, Disperindag bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) siap melakukan intervensi melalui operasi pasar.

“Operasi pasar menjadi salah satu strategi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan gejolak harga,” katanya.

Selain itu, pemantauan khusus juga dilakukan terhadap komoditas strategis seperti Minyakita untuk memastikan ketersediaannya tetap aman di pasaran.

Dengan kondisi yang relatif stabil ini, masyarakat di Sleman diharapkan tidak perlu khawatir terhadap lonjakan harga bahan pokok menjelang Iduladha, meski tetap perlu mewaspadai pergerakan harga komoditas tertentu seperti cabai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news