Newswire Selasa, 25 Agustus 2026 05:37 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Menhut dan Menteri LH tak hadir dalam rapat karhutla yang dipimpin Presiden Prabowo. /Intagram.
Harianjogja.com, PALEMBANG— Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat tidak hadir dalam rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Sumatra, Senin (24/8/2026).
Menurut Prasetyo, ketidakhadiran kedua menteri tersebut bukan karena tidak dilibatkan dalam penanganan karhutla. Raja Juli Antoni dan Jumhur Hidayat sebelumnya telah turun langsung ke sejumlah wilayah yang terdampak kebakaran.
"Itu kebetulan karena beberapa kali juga Menhut sudah berkunjung ke lapangan, kemudian termasuk di Sumatra Selatan, Menteri Lingkungan Hidup juga kemarin sudah berkunjung ke mari, ke Sumatra Selatan. Jadi, ini hanya kebetulan saja," kata Prasetyo di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan, Senin.
Rapat Karhutla Fokus Tambah Personel dan Peralatan
Prasetyo menjelaskan rapat koordinasi yang dipimpin Presiden Prabowo kali ini lebih diarahkan untuk memperkuat dukungan penanganan karhutla, terutama dari unsur TNI dan Polri.
Penguatan tersebut mencakup penambahan personel hingga peralatan yang dibutuhkan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan di wilayah terdampak.
"Hari ini kan Bapak Presiden memang fokus mengajak Panglima TNI maupun Kapolri untuk menambah kekuatan kalau dibutuhkan personel maupun alat-alat, termasuk heli untuk water bombing, kemudian tadi ada permohonan motor trail yang dimodifikasi," ujarnya.
Dalam rapat tersebut, kebutuhan terhadap helikopter untuk water bombing menjadi salah satu dukungan peralatan yang dibahas. Selain itu, terdapat pula permohonan penggunaan motor trail yang telah dimodifikasi untuk mendukung penanganan karhutla.
Prabowo Pimpin Rapat di Riau dan Sumatra Selatan
Presiden Prabowo pada Senin memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Riau dan Palembang, Sumatera Selatan. Forum tersebut melibatkan unsur pimpinan daerah dari empat provinsi di Sumatra.
Riau dan Sumatera Selatan mengikuti rapat secara langsung, sedangkan pemerintah daerah Jambi dan Lampung mengikuti koordinasi melalui konferensi video.
Sejumlah unsur TNI, Polri, kementerian, dan lembaga turut mengikuti rapat tersebut. Mereka di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Rapat juga dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari.
Sebelumnya Bahas Karhutla di Kalimantan
Penanganan karhutla juga menjadi perhatian Presiden Prabowo pada pekan sebelumnya. Saat itu, Presiden memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.
Sementara dalam rapat di Sumatra, koordinasi diperluas dengan melibatkan empat provinsi, yakni Riau, Sumatera Selatan, Jambi, dan Lampung. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan pembahasan mengenai kebutuhan tambahan personel dan peralatan untuk penanganan karhutla.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
6

















































