Petugas SAR melakukan patroli dan pengawasan terhadap pengunjung yang bermain di Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo, Kamis (26/3/2026). - Istimewa - Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng\\r\\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua wisatawan lokal asal Kapanewon Semin terseret ombak di Pantai Sundak di Kalurahan Sidoharjo, Tepus, Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 12.45 WIB. Meski demikian, kedua korban berhasil diselamatkan oleh petugas Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron yang berjaga di kawasan tersebut.
“Korban adalah SW,48 dan AKW,8. Keduanya adalah ibu dan anak asal Semin,” kata Sekretaris Satlinmas Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto saat dihubungi wartawan, Minggu siang.
Dia menjelaskan, kronologi ibu dan anak ini terseret ombak karena keduanya asyik bermain air. Di sisi lain, kondisi juga sedang terjadi kenaikan gelombang sehingga sudah ada upaya mengingatkan agar pengunjung tidak bermain di area berbahaya.
Hanya saja, sambung Suris, imbauan dari petugas jaga kurang dihiraukan sehingga saat datang ombak besar, keduanya terseret ke tengah. “Ada jalur rip current dan keduanya terseret di jalur ini hingga ke tengah,” katanya.
Menurut Suris, petugas SAR yang berjaga langsung sigap memberikan pertolongan penyelamatan. Total ada 12 personel yang diterjunkan untuk proses evakuasi.
“Meski terseret hingga ke tengah, keduanya berhasil diselamatkan. Untuk kondisinya lemas dan langsung dibawa ke rumah sakit agar mendapat pertolongan lanjutan,” katanya.
Ia mengimbau kepada para pengunjung pantai untuk mewaspadai rip current. Fenomena arus balik air laut ini bisa sangat berbahaya karena seringkali menyebabkan terjadinya kecelakaan.
“Hampir semua pantai di Gunungkidul ada rip current. Jadi, harus berhati-hati demi keselamatan bersama,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono. Menurut dia, pada saat libur seluruh personel yang berjumlah lebih dari 60 orang diterjunkan untuk pengamanan.
Pengawasan tidak hanya dilakukan dengan memantau dari posko, namun juga ada yang diterjunkan berbaur dengan wisatawan yang bermain air. Langkah ini agar bisa langsung memberikan peringatan kepada pengunjung pada saat bermain di area berbahaya.
“Terus kami berikan imbauan, apalagi kondisi sekarang terjadi kenaikan gelombang. Tapi, kadang ada pengunjung yang tetap nekat, meski telah diperingatkan. Apapun itu, pada saat dibutuhkan kami siap memberikan bantuan dan pertolongan,” kata Marjono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

5 hours ago
2

















































