Indonesia Buru Akhiri Puasa Gelar di Singapore Open 2026

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Senin, 25 Mei 2026 16:37 WIB

Indonesia Buru Akhiri Puasa Gelar di Singapore Open 2026

Ilustrasi bulu tangkis atau badminton - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JOGJA— Indonesia kembali berburu gelar di ajang Singapore Open 2026 setelah dua tahun terakhir gagal naik podium juara. Delapan wakil Merah Putih kini siap bertarung di Singapore Indoor Stadium mulai 26 hingga 31 Mei 2026.

Sebanyak delapan wakil Indonesia turun di lima sektor, yakni dua tunggal putra, satu tunggal putri, dua ganda putra, satu ganda putri, serta dua ganda campuran.

Secara historis, Singapore Open menjadi salah satu turnamen dengan catatan prestasi terbaik bagi Indonesia. Total 62 gelar juara berhasil dibawa pulang wakil Merah Putih sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen tersebut.

Sektor ganda putra menjadi penyumbang gelar terbanyak dengan 19 trofi, disusul tunggal putra sebanyak 18 gelar. Sementara itu, ganda campuran menyumbang 12 gelar, ganda putri tujuh gelar, dan tunggal putri enam gelar.

Sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia pernah berjaya di turnamen ini, mulai dari Rudy Hartono, Ardy Wiranata, Taufik Hidayat, Mia Audina, hingga pasangan emas Liliyana Natsir.

Khusus Liliyana Natsir, ia masih memegang rekor sebagai pemain Indonesia dengan gelar terbanyak di sektor ganda campuran Singapore Open, yakni enam kali juara. Tiga gelar diraih bersama Nova Widianto dan tiga lainnya bersama Tontowi Ahmad.

Dalam daftar negara tersukses di Singapore Open, Indonesia berada di posisi kedua dengan 62 gelar, hanya kalah dari tuan rumah Singapura yang mengoleksi 122 gelar. Di bawah Indonesia terdapat Tiongkok dengan 60 gelar dan Malaysia sebanyak 39 gelar.

Namun, kejayaan Indonesia di turnamen ini mulai meredup dalam dua edisi terakhir. Gelar terakhir diraih Anthony Sinisuka Ginting pada edisi 2023 setelah mengalahkan Anders Antonsen di final dua gim langsung.

Sebelumnya, Ginting juga menjadi juara pada edisi 2022 usai menundukkan Kodai Naraoka. Dua gelar beruntun tersebut menyamai catatan legenda Indonesia Iie Sumirat yang pernah juara pada 1972 dan 1973.

Setelah itu, performa Indonesia menurun. Pada edisi 2024, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto hanya mampu finis sebagai runner-up usai kalah dari pasangan Tiongkok, He Ji Ting/Ren Xiang Yu.

Sementara pada 2025, langkah terbaik Indonesia hanya mencapai perempat final. Lagi-lagi, Fajar/Rian harus tersingkir setelah kalah dramatis dari pasangan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen.

Salah satu momen terbaik Indonesia di Singapore Open terjadi pada 2022 ketika empat pasangan ganda putra sekaligus berhasil menembus semifinal. Mereka adalah pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Fajar/Rian, serta Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Pasangan Leo/Daniel akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Fajar/Rian di partai final.

Kini, harapan publik kembali tertuju pada para wakil Indonesia untuk mengembalikan kejayaan Merah Putih di Singapore Open 2026. Turnamen ini juga menjadi ajang penting untuk mengukur kesiapan atlet menghadapi rangkaian kompetisi besar berikutnya sepanjang musim.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news