Foto udara Selat Hormuz - Iran menyatakan bahwa mereka masih mempertahankan kendali penuh atas wilayah darat, bawah laut, dan udara Selat Hormuz di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan AS terhadap Teheran. ANTARA/HO-Anadolu Ajansi - pri.
Harianjogja.com, BEIRUT—Iran mengerahkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) untuk menutup Selat Hormuz di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari pada Sabtu (28/2/2026). Ia menegaskan langkah tersebut diambil sebagai respons langsung atas serangan yang dilakukan terhadap Iran.
“Saat ini penutupan Selat Hormuz telah dilakukan oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran,” ujar Jabari dalam wawancara dengan penyiar Al-Mayadeen.
Respons atas Serangan AS dan Israel
Sebelumnya pada hari yang sama, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban sipil.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan berupa rudal ke wilayah Israel dan menargetkan infrastruktur militer Amerika Serikat di berbagai titik di Timur Tengah.
Perwakilan IRGC menilai Israel telah melakukan “salah perhitungan” dengan menyerang Iran, yang dinilai berpotensi memperluas konflik regional dan mengganggu stabilitas global.
Sekolah Ditutup, Aktivitas Dialihkan Daring
Di tengah situasi keamanan yang memburuk, Kementerian Pendidikan Iran mengambil langkah darurat. Kantor berita ISNA melaporkan seluruh sekolah di Iran ditutup sementara atau dialihkan ke sistem pembelajaran daring.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjamin keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik di tengah meningkatnya intensitas serangan dan ancaman keamanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

2 days ago
7

















































