Jumali Minggu, 14 Juni 2026 16:07 WIB

Cristiano Ronaldo. -Harian Jogja/Ist/Twitter EURO2020
Harianjogja.com, JOGJA—Tim nasional Portugal memilih meredam ekspektasi tinggi menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Meski banyak pihak menempatkan Selecao das Quinas sebagai salah satu kandidat kuat juara, para pemain menegaskan fokus mereka saat ini adalah menjalani turnamen secara bertahap, bukan memikirkan trofi terlalu dini.
Gelandang Portugal, Vitinha, mengatakan kesuksesan di turnamen besar tidak ditentukan oleh status favorit, melainkan kemampuan menjaga konsistensi sejak pertandingan pertama.
“Kami tidak membicarakan tekanan besar terhadap tim. Semua kompetisi dimenangi dengan fokus pada momen saat ini, bukan hasil masa depan,” ujar Vitinha seperti dikutip dari Associated Press.
Pemain yang menjadi salah satu motor permainan Portugal itu mengakui kualitas skuad saat ini sangat kompetitif. Namun, ia menolak menyebut Portugal sebagai favorit utama untuk menjadi juara dunia.
“Saya akan mengatakan kami adalah kandidat, tanpa keraguan, kami adalah skuad yang kuat. Tapi saya tidak akan mengatakan bahwa kami adalah favorit,” katanya.
Pernyataan serupa juga disampaikan kapten tim Cristiano Ronaldo. Penyerang berusia 41 tahun itu meminta seluruh pemain tidak terbebani target juara dan lebih fokus membangun momentum sejak fase grup.
“Penting untuk mengawali turnamen dengan baik, tampil bagus pada pertandingan pertama dan kedua, lalu berusaha finis sebagai juara grup,” kata Ronaldo seperti dikutip dari AP.
Portugal akan memulai kiprahnya di Grup K dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo di Houston pada 17 Juni 2026. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi Uzbekistan pada 23 Juni dan Kolombia pada 27 Juni di Miami.
Menurut Ronaldo, keberhasilan di Piala Dunia tidak ditentukan oleh status unggulan, melainkan kemampuan menjaga performa sepanjang kompetisi.
“Kami akan menjalani pertandingan demi pertandingan, tetapi bukan dengan ekspektasi harus langsung menjadi juara dunia. Semua harus dilakukan selangkah demi selangkah. Awal yang baik adalah hal yang paling penting,” ujarnya.
Ronaldo menilai tantangan sesungguhnya akan muncul ketika turnamen memasuki fase gugur. Pada tahap tersebut, faktor fisik dan mental akan menjadi pembeda bagi tim-tim yang ingin melangkah jauh.
“Nanti ketika kompetisi semakin ketat dan kelelahan fisik maupun mental mulai terasa, saat itulah kita akan mengetahui siapa juara yang sesungguhnya,” katanya.
Piala Dunia 2026 juga akan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Ronaldo. Ia berpeluang tampil dalam enam edisi Piala Dunia, menyamai pencapaian legenda Argentina, Lionel Messi.
Di luar persiapan teknis, Portugal juga membawa motivasi emosional ke Amerika Serikat. Setiap pemain menerima gelang berwarna hijau dan merah yang memuat nama masing-masing pemain serta nama mendiang Diogo Jota.
Mantan penyerang Liverpool FC tersebut meninggal dunia akibat kecelakaan mobil di Zamora, Spanyol, pada Juli 2025 bersama adiknya, Andre Silva. Kehilangan itu masih membekas di lingkungan tim nasional Portugal.
“Kami menerima ini dengan penuh kasih sayang,” kata Vitinha sambil menunjukkan gelang yang dikenakannya.
Pelatih Roberto Martínez bahkan menetapkan Jota sebagai anggota kehormatan tim nasional secara anumerta sebagai bentuk penghormatan atas kontribusinya.
Portugal saat ini menjalani pemusatan latihan di Palm Beach Gardens, Florida. Selain mempersiapkan aspek taktik, para pemain juga berupaya beradaptasi dengan suhu panas dan tingkat kelembapan tinggi yang menjadi tantangan selama turnamen berlangsung.
Menurut Vitinha, kondisi cuaca akan memengaruhi permainan seluruh peserta, tetapi tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan performa.
“Pertanyaan fisik jelas sangat penting. Kondisi cuaca akan sangat mempengaruhi cara kita bermain, tapi itu untuk semua orang. Tidak ada alasan. Tidak ada kondisi yang bisa menghalangi kami untuk memberikan segalanya bagi tim nasional,” ujarnya.
Portugal datang ke Piala Dunia 2026 dengan modal skuad yang memadukan pengalaman dan generasi baru. Prestasi terbaik mereka di ajang ini adalah peringkat ketiga pada 1966 dan posisi keempat pada 2006. Pada edisi 2022, Portugal melaju hingga perempat final sebelum disingkirkan oleh Morocco.
Meski belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia, Portugal menilai persiapan kali ini berjalan positif. Dengan kombinasi pemain senior dan talenta muda yang sedang berkembang, Selecao berharap dapat mewujudkan ambisi meraih gelar juara dunia pertama dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
1

















































