
Ali Khamenei. /Instagram.
Harianjogja.com, TEHERAN—Pemerintah Iran melalui panitia penyelenggara resmi mengumumkan jadwal rangkaian pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi penghormatan terakhir dan pemakaman akan berlangsung selama beberapa hari pada awal Juli 2026 di tiga kota utama, yakni Teheran, Qom, dan Mashhad.
Pengumuman tersebut mengakhiri berbagai spekulasi mengenai waktu pelaksanaan pemakaman setelah sebelumnya sejumlah pejabat Iran menyebut prosesi baru dapat dilakukan setelah situasi keamanan memungkinkan. Rangkaian acara dijadwalkan berlangsung mulai 4 Juli hingga 9 Juli 2026.
Dalam keterangan resmi panitia yang bertajuk "Peringatan Kenaikan Berdarah Imam Militan yang Syahid", masyarakat umum akan diberi kesempatan memberikan penghormatan terakhir pada 4–5 Juli di Masjid Besar Imam Khomeini, Teheran. Tanggal tersebut bertepatan dengan 13–14 Tir dalam kalender Persia atau 19–20 Muharram dalam kalender Hijriah.
Setelah prosesi penghormatan di ibu kota, upacara pemakaman dijadwalkan berlangsung di Teheran pada 6 Juli. Rangkaian berikutnya akan berlanjut ke kota suci Qom pada 7 Juli sebelum ditutup dengan prosesi terakhir di Mashhad pada 9 Juli.
Panitia menyebut acara puncak di Mashhad akan bertepatan dengan malam peringatan wafat Imam Sajjad (AS), yang juga dikenal sebagai Zayn al-Abidin, imam keempat dalam tradisi Syiah dan cicit Nabi Muhammad SAW.
Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan dimakamkan di kompleks makam suci Imam Reza (AS) di Kota Mashhad. Lokasi tersebut merupakan salah satu situs keagamaan terpenting bagi umat Muslim Syiah dan berada di kota kelahiran Khamenei.
Panitia pemakaman turut mengundang masyarakat Iran, umat Islam dari berbagai negara, serta pihak-pihak yang ingin memberikan penghormatan untuk menghadiri rangkaian acara tersebut. Selain itu, apresiasi juga disampaikan kepada lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan berbagai institusi yang membantu persiapan pelaksanaan prosesi pemakaman.
Meski demikian, panitia menegaskan bahwa masyarakat tetap menjadi elemen utama dalam penyelenggaraan acara karena selama beberapa bulan terakhir terus menunjukkan partisipasi dalam berbagai kegiatan berkabung dan penghormatan terhadap mendiang pemimpin Iran tersebut.
Panitia juga menyampaikan bahwa rincian teknis tambahan terkait pelaksanaan prosesi pemakaman akan diumumkan pada kesempatan berikutnya.
Menurut laporan media pemerintah Iran, Ayatollah Ali Khamenei wafat dalam serangan yang menargetkan kediamannya di Teheran pada 28 Februari 2026. Sejumlah anggota keluarganya juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut. Sejak saat itu, pihak berwenang Iran menunda prosesi pemakaman karena situasi keamanan dan kondisi perang yang masih berlangsung di negara tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































