Jangan Abaikan 5 Tanda Ini Jika Habis Makan Daging Kambing

7 hours ago 5

Jumali

Jumali Jum'at, 29 Mei 2026 20:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Momen pasca-Iduladha di Indonesia identik dengan limpahan hidangan lezat berbahan dasar daging merah. Namun, di balik kelezatan gulai, tongseng, hingga sate kambing, ada ancaman kesehatan nyata yang patut diwaspadai, yakni lonjakan kadar kolesterol dalam darah yang bisa berujung fatal jika tidak terkendali.

Secara medis, kolesterol di dalam tubuh terbagi menjadi dua faksi utama, yaitu high-density lipoprotein (HDL) dan low-density lipoprotein (LDL). HDL jamak dikenal sebagai kolesterol baik yang bertugas menyapu lemak jenuh dari pembuluh darah untuk dibuang ke hati. Sebaliknya, LDL merupakan kolesterol jahat yang memicu penumpukan plak di dinding arteri, menyumbat aliran darah, hingga menjadi dalang utama penyakit mematikan seperti jantung koroner dan stroke.

Sebenarnya, metabolisme tubuh akan mengirimkan alarm atau sinyal halus saat kadar lemak darah melampaui ambang batas normal. Sayangnya, mayoritas masyarakat kerap mengabaikan gejala awal ini karena dianggap sebagai rasa lelah biasa. Padahal, mengenali tanda-tanda ini sejak dini bisa menyelamatkan nyawa Anda.

Berikut adalah lima sinyal bahaya dari tubuh yang wajib Anda pantau seusai pesta daging kambing, yang disarikan dari berbagai sumber:

1. Dada Terasa Nyeri dan Sesak Napas
Jika dada Anda mendadak terasa ampeg, nyeri, atau sesak seusai mengonsumsi olahan daging merah, ini merupakan indikator kuat adanya sumbatan plak di pembuluh darah jantung (arteri koroner). Kondisi ini membuat pasokan oksigen ke otot jantung berkurang drastis. Jika sinyal ini muncul, segera stop konsumsi makanan kaya lemak jenuh tinggi seperti gorengan dan daging merah sebelum serangan jantung mendadak terjadi.

2. Kaki Kram dan Berat Saat Berjalan
Penumpukan plak kolesterol tidak hanya menyerang area jantung, tetapi juga bisa menyumbat aliran darah di kaki, yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai penyakit arteri perifer. Gejalanya berupa kram hebat atau nyeri saat beraktivitas (claudication). Bagi Anda yang memiliki riwayat diabetes atau kebiasaan merokok, gejala ini harus direspons cepat dengan kontrol medis ketat karena risiko komplikasi pembuluh darahnya jauh lebih tinggi.

3. Muncul Benjolan Lemak Kulit (Xanthoma)
Sinyal visual yang paling kentara dari kolesterol tinggi adalah munculnya xanthoma, yaitu benjolan kecil berwarna kuning di bawah jaringan kulit akibat endapan lemak berlebih. Ruam lemak ini paling sering menampakkan diri di area kelopak mata (disebut xanthelasma), siku, lutut, hingga punggung tangan. Meski tidak menimbulkan rasa sakit, kehadirannya menjadi bukti sahih bahwa kadar kolesterol Anda sudah masuk fase lampu merah.

4. Sakit Kepala Berat Berkelanjutan
Pusing atau sakit kepala yang tidak kunjung reda seusai menyantap hidangan Iduladha terjadi akibat pasokan darah ke otak terhambat. Penyempitan sirkulasi darah oleh plak kolesterol otomatis memangkas volume oksigen yang dibutuhkan otak, sehingga memicu sensasi cengengang, berat, atau berdenyut di area kepala belakang hingga leher.

5. Gangguan Disfungsi Ereksi pada Pria
Sumbatan plak kolesterol (aterosklerosis) bersifat sistemik dan menyerang seluruh jaringan pembuluh darah tubuh, termasuk sirkulasi mikro menuju organ vital pria. Ketika aliran darah ke area penis terhambat, pria akan mengalami kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Bagi kaum adam, disfungsi ereksi mendadak pasca-Iduladha ini jangan dianggap tabu, melainkan harus dibaca sebagai alarm awal adanya gangguan kardiovaskular.

Selain kelima gejala di atas, tubuh yang cepat lelah tanpa sebab, kesemutan konstan di ujung jari, hingga pandangan mata yang mendadak kabur juga menjadi indikasi tambahan yang wajib diwaspadai.

Jika Anda merasakan satu atau lebih kombinasi gejala tersebut di atas, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat untuk melakukan uji laboratorium kadar kolesterol lengkap. Ingat, mencegah komplikasi fatal selalu jauh lebih murah dan bijak daripada mengobati. Selamat menjaga kesehatan tubuh di masa pasca-Iduladha agar tetap bugar dan bahagia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news