Jangan Sepelekan Ruam Popok, Ini Dampaknya pada Bayi

2 hours ago 4

Jangan Sepelekan Ruam Popok, Ini Dampaknya pada Bayi Foto Ilustrasi. - Ist/Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Masalah ruam popok masih menjadi keluhan umum pada bayi di Indonesia. Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal dapat memengaruhi kenyamanan hingga kualitas tidur anak jika tidak ditangani dengan tepat. Dokter spesialis kulit lulusan Universitas Padjadjaran, July Iriani Rahardja, mengingatkan bahwa kunci utama pencegahan iritasi kulit bayi terletak pada pengelolaan kelembapan, terutama di area popok.

Menurutnya, kulit bayi memiliki lapisan pelindung (skin barrier) yang belum berkembang sempurna. Kondisi ini membuat kulit lebih sensitif terhadap gesekan, paparan cairan, serta lingkungan lembap yang tertutup dalam waktu lama.

“Area popok menjadi bagian paling rentan karena tertutup dan sering terpapar kelembapan. Jika tidak dijaga, risiko iritasi hingga ruam meningkat,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (24/4/2026).

Ruam Popok Masih Tinggi pada Bayi

Sejumlah studi pediatri menunjukkan bahwa sekitar 25–35 persen bayi pernah mengalami ruam popok, terutama pada usia 6–12 bulan. Faktor pemicu utamanya meliputi penggunaan popok terlalu lama, jarang diganti, serta bahan popok yang kurang ramah kulit.

Selain itu, peningkatan aktivitas bayi yang mulai banyak bergerak juga memicu gesekan lebih intens di area lipatan kulit. Kombinasi antara gesekan dan kelembapan inilah yang kerap memperparah kondisi kulit.

Peran Material Popok Jadi Sorotan

July menekankan pentingnya memilih popok dengan material yang lembut dan memiliki sirkulasi udara baik. Bahan yang kasar atau tidak menyerap cairan dengan optimal dapat mempercepat timbulnya iritasi.

Ia menyebut material alami seperti sutra memiliki karakteristik ringan, halus, dan mampu menyerap kelembapan dengan baik. Selain itu, bahan dengan daya sirkulasi udara tinggi dinilai mampu menjaga area kulit tetap kering lebih lama.

“Pemilihan bahan yang tepat dapat membantu meminimalkan gesekan sekaligus menjaga keseimbangan alami kulit bayi,” jelasnya.

Langkah Sederhana Cegah Iritasi

Untuk mencegah ruam popok, orang tua disarankan melakukan beberapa langkah sederhana namun konsisten, seperti:

  • Rutin mengganti popok, idealnya setiap 2–3 jam atau setelah bayi buang air
  • Membersihkan area kulit dengan lembut tanpa menggosok berlebihan
  • Mengeringkan kulit sebelum memakai popok baru
  • Menggunakan pelembap atau krim pelindung khusus bayi

Selain itu, penggunaan sabun bayi yang lembut tanpa bahan iritatif juga penting untuk menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan, tidak hanya di area popok.

Dampak pada Tumbuh Kembang Anak

Iritasi kulit yang dibiarkan dapat menyebabkan bayi rewel, sulit tidur, bahkan menurunkan nafsu makan. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak.

Karena itu, menjaga kebersihan dan kelembapan kulit bayi bukan hanya soal perawatan, tetapi juga bagian dari upaya mendukung kesehatan anak secara menyeluruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news