Jangan Terkecoh Video Viral, Mobil Populer Belum Tentu Lebih Berbahaya

3 hours ago 2

Jumali

Jumali Senin, 15 Juni 2026 16:47 WIB

Jangan Terkecoh Video Viral, Mobil Populer Belum Tentu Lebih Berbahaya

Mobil terbakar - ist/Shutterstock

Harianjogja.com, JOGJA— Viralnya video kecelakaan yang melibatkan mobil merek besar seperti Tesla, BYD, Xiaomi, dan Huawei di media sosial tidak selalu mencerminkan tingkat risiko kendaraan yang lebih tinggi dibanding merek lain. Sejumlah pakar teknologi dan otomotif di China menilai fenomena tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh algoritma media sosial dan tingginya perhatian publik terhadap merek-merek populer.

Fenomena ini mencuat setelah berbagai insiden yang melibatkan mobil listrik dari produsen besar berulang kali menjadi perbincangan di platform digital. Akibatnya, muncul persepsi bahwa kendaraan dari merek-merek tersebut lebih sering mengalami kecelakaan atau gangguan teknis.

Blogger teknologi dan otomotif China, Han Lu, menilai persepsi itu tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan.

Menurut dia, media sosial cenderung memberikan eksposur lebih besar terhadap insiden yang melibatkan merek terkenal dibandingkan produsen yang kurang dikenal.

“Ketika sebuah mobil dari merek yang kurang terkenal mengalami masalah, unggahan tersebut biasanya mendapat sedikit interaksi dan cepat hilang di beranda. Sebaliknya, merek besar dengan basis penggemar yang luas lebih mudah menjadi topik hangat,” ujarnya.

Kondisi tersebut menciptakan apa yang disebut sebagai bias visibilitas. Semakin terkenal sebuah merek, semakin besar peluang setiap insiden mendapatkan perhatian publik, komentar, dan dibagikan ulang oleh pengguna media sosial.

Akibatnya, masyarakat bisa memperoleh kesan bahwa kecelakaan atau masalah teknis lebih sering terjadi pada merek-merek besar, meskipun data sebenarnya belum tentu menunjukkan hal yang sama.

Kebakaran Tidak Selalu Berasal dari Baterai

Han Lu juga menyoroti kesalahpahaman yang kerap muncul dalam pemberitaan maupun unggahan media sosial terkait mobil listrik.

Menurutnya, banyak pengguna langsung mengaitkan kebakaran kendaraan listrik dengan kegagalan baterai, padahal penyebabnya bisa sangat beragam.

Beberapa kasus kebakaran, misalnya, dipicu oleh faktor eksternal seperti benda mudah terbakar yang disimpan di dalam kendaraan atau kerusakan akibat benturan keras saat kecelakaan.

Ia menambahkan, informasi yang beredar di media sosial sering kali hanya menampilkan hasil akhir berupa kendaraan yang terbakar tanpa menjelaskan kronologi maupun penyebab insiden secara menyeluruh.

Situasi tersebut membuat publik cenderung menarik kesimpulan sebelum proses investigasi selesai dilakukan.

Di sisi lain, kendaraan berbahan bakar konvensional juga memiliki risiko kebakaran yang tidak bisa diabaikan. Kerusakan sistem bahan bakar akibat tabrakan dapat menyebabkan kebocoran bensin yang berpotensi memicu api ketika bersentuhan dengan komponen mesin bersuhu tinggi.

Konsumen Diminta Lebih Kritis

Para pengamat otomotif mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan video viral sebagai satu-satunya dasar dalam menilai tingkat keamanan sebuah kendaraan.

Konsumen disarankan untuk mengacu pada hasil pengujian keselamatan dari lembaga independen, laporan regulator, serta data statistik resmi yang lebih komprehensif.

Selain itu, penting untuk memahami konteks di balik setiap insiden yang beredar di media sosial sebelum menyimpulkan adanya masalah sistematis pada suatu merek kendaraan.

Popularitas sebuah produsen otomotif memang membuat setiap kejadian lebih mudah menjadi sorotan. Namun, tingginya pemberitaan belum tentu berbanding lurus dengan tingginya tingkat kecelakaan atau kegagalan produk.

Di era algoritma digital, para ahli menilai kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak terjebak pada persepsi yang dibentuk oleh konten viral semata.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news