
Kondisi hewan kurban di UD Segar Farm di kawasan Pakuncen, Wirobrajan, Jumat (8/5/2026). Ist/pemdadiy
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Daerah DIY bersama Pemkot Jogja memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman, harga terkendali, serta pengawasan kesehatan diperketat guna mencegah penyebaran penyakit berbahaya seperti Antraks.
Pemantauan dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dan Kota Jogja di salah satu sentra penjualan ternak, UD Segar Farm di kawasan Pakuncen, Wirobrajan, Jumat (8/5/2026). Fokus pemantauan tidak hanya pada harga dan pasokan, tetapi juga memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan, menegaskan kebutuhan hewan kurban masyarakat dipastikan tercukupi, meskipun sebagian besar pasokan masih berasal dari luar daerah seperti Gunungkidul, Magelang, hingga Madura dan Bali.
“Yang menjadi perhatian utama bukan hanya ketersediaan stok, tetapi juga kesehatan hewan kurban. Pemeriksaan kesehatan terus dilakukan bersama instansi terkait agar masyarakat mendapatkan hewan kurban yang aman dan sehat. Insyaallah kebutuhan tercukupi dan inflasi tetap terkendali,” ujar Wawan.
Harga Sapi Naik Tipis, Pasar Tetap Stabil
Dari sisi harga, sapi kurban saat ini berada di kisaran Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor. Meski mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, kondisi pasar dinilai masih stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pemkot Jogja juga mulai mengantisipasi munculnya pasar tiban dengan menyiapkan aturan ketat. Pedagang diwajibkan mengantongi izin serta rekomendasi dari kelurahan, dan dilarang menggunakan aset milik pemerintah sebagai lokasi berjualan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sukidi, mengungkapkan populasi ternak lokal masih terbatas. Saat ini jumlah sapi di Kota Jogja hanya sekitar 200 ekor, sementara kebutuhan kurban jauh lebih besar.
Sebagai gambaran, pada Iduladha tahun sebelumnya jumlah hewan kurban yang dipotong mencapai lebih dari 15.000 ekor di berbagai titik pemotongan.
“Karena itu Kota Yogya masih bergantung pada pasokan luar daerah. Namun seluruh hewan yang masuk wajib membawa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan sertifikat veteriner,” jelas Sukidi.
Ratusan Petugas Disiagakan, Pengawasan Diperketat
Untuk memastikan keamanan, pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara ketat sejak sebelum hingga setelah penyembelihan. Pemerintah menyiagakan ratusan petugas gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, hingga tenaga kesehatan hewan.
“Tahun lalu kami menurunkan 135 petugas saat Iduladha hingga hari tasyrik. Mereka bekerja pagi hingga malam untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur kesehatan,” imbuhnya.
Langkah ini diperkuat dengan kebijakan pengendalian inflasi serta peningkatan kewaspadaan terhadap penyakit hewan menular strategis di seluruh wilayah DIY.
Sementara itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY memastikan kondisi inflasi masih terkendali meski permintaan hewan kurban meningkat.
Kepala Tim Perumusan Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah BI DIY, Arya Jodilistyo, menyebut berdasarkan data BPS, DIY bahkan masih mencatat deflasi bulanan pada April 2026.
“Momentum Iduladha memang mendorong kenaikan permintaan hewan kurban, tetapi pasokan tetap aman dan distribusi terjaga. Karena itu inflasi masih terkendali,” kata Jodi.
Permintaan Mulai Naik, Sapi Madura Paling Diminati
Pengelola UD Segar Farm, Kuncen Sudi Harsoyo, menyebut permintaan hewan kurban mulai meningkat signifikan. Pihaknya menyiapkan puluhan sapi dari berbagai daerah, dengan jenis paling diminati yakni sapi Peranakan Ongole (PO) dan sapi Madura.
“Harga tahun ini naik sekitar Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per ekor. Yang paling dicari masyarakat kisaran Rp24 juta sampai Rp25,5 juta. Semua sapi sudah rutin diperiksa dokter hewan dan dilakukan vaksinasi,” pungkasnya.
Dengan stok yang aman, harga relatif stabil, serta pengawasan kesehatan yang ketat, masyarakat Jogja diharapkan dapat menjalankan ibadah kurban dengan tenang, aman, dan nyaman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
2

















































