Harianjogja.com, JOGJA—Jemaah haji Indonesia 1447 H/2026 M diimbau menyiapkan nomor darurat sebelum berangkat ke Tanah Suci guna mengantisipasi situasi mendesak seperti terpisah dari rombongan atau kondisi medis darurat.
Musim haji 2026 telah dimulai dengan masuknya jemaah ke asrama haji sejak 21 April. Pemberangkatan dilakukan bertahap mulai 22 April hingga 21 Mei 2026. Puncak ibadah haji atau wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada 25–26 Mei, sementara pemulangan jemaah dijadwalkan 1 Juni hingga 1 Juli 2026.
Pemerintah juga telah mengirimkan petugas haji secara bertahap, mulai dari tim pendahulu pada 13 April, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Bandara dan Madinah pada 17 April, serta PPIH Daerah Kerja Makkah pada 24 April 2026.
Selain itu, tersedia 16 embarkasi haji di Indonesia, termasuk embarkasi baru di Cipondoh dan Yogyakarta, serta layanan fast track di empat bandara, yakni Soekarno-Hatta, Solo, Juanda, dan Makassar untuk mempercepat proses keimigrasian.
Namun demikian, aspek keamanan tetap menjadi tanggung jawab pribadi jemaah. Setiap tahun, sejumlah kendala kerap terjadi, seperti jemaah terpisah dari rombongan, kehilangan ponsel, hingga membutuhkan penanganan medis darurat di Makkah maupun Madinah.
Nomor Darurat di Arab Saudi (wajib hafal/simpan):
- 999 – Polisi
- 997 – Ambulans / darurat medis
- 998 – Pemadam kebakaran
- 911 – Nomor darurat terpadu (masih belum banyak diketahui, tapi penting)
- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh:
- (+966) 11 4882800
- +966 569173990
Nomor penting lain yang harus Anda simpan sebelum berangkat:
- Nomor muthawwif (pembimbing ibadah) dari travel
- Nomor tour leader yang aktif di Arab Saudi
- Nomor hotel di Makkah dan hotel di Madinah
- Nomor keluarga di Indonesia (24 jam)
- Nomor teman satu rombongan (minimal 2-3 orang)
Cara menyimpan nomor darurat agar tidak hilang:
- Di ponsel (kontak dan catatan) — tetapi berisiko jika ponsel mati atau hilang.
- Di Google Sheet — bisa diakses dari perangkat lain yang terhubung internet.
- Ditulis di kertas dan disimpan di saku sebagai cadangan.
- Dibagikan kepada keluarga di Indonesia agar mereka bisa membantu jika Anda dalam keadaan darurat.
Dengan langkah sederhana ini, Anda dapat menjalankan ibadah haji dengan lebih tenang, aman, dan terorganisir. Jangan remehkan persiapan nomor darurat. Karena ketika Anda terpisah dari rombongan atau butuh pertolongan medis, setiap detik sangat berharga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

3 hours ago
4
















































