Jutaan Mobil di China Di-recall karena Masalah Pintu Darurat

3 hours ago 2

Harianjogja.com, JOGJA—Jutaan mobil di China masuk program recall setelah ditemukan persoalan pada mekanisme pembuka pintu darurat di dalam kabin. Tesla menjadi produsen dengan jumlah kendaraan terdampak terbesar, disusul sejumlah merek seperti Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, Zeekr, Chery, Dongfeng, BAIC, dan Hongqi.

Masalah keselamatan itu berkaitan dengan gagang mekanis darurat yang warnanya menyerupai trim interior sehingga sulit dikenali oleh penghuni kendaraan. Kondisi ini menjadi perhatian karena mekanisme tersebut dibutuhkan ketika sistem kelistrikan bertegangan rendah mengalami kegagalan dan pintu tidak dapat dibuka menggunakan sistem utama.

Informasi mengenai recall itu dilaporkan CarNewsChina dan juga tercantum dalam pengumuman State Administration for Market Regulation (SAMR) China. Regulator menyebut persoalan tersebut dapat memengaruhi kemampuan penghuni kendaraan untuk membuka pintu dan melakukan evakuasi dalam kondisi tertentu.

Tesla Jadi Merek dengan Jumlah Recall Terbesar

Tesla menjadi salah satu produsen dengan jumlah kendaraan terdampak paling besar dalam program recall mobil China ini. Untuk kendaraan produksi China, Tesla menarik kembali 2.975.910 unit Model 3 dan Model X.

Selain kendaraan produksi China, terdapat 46.041 unit Model 3, Model X, dan Model S impor yang juga masuk dalam program recall di China.

Berdasarkan daftar yang tercantum dalam naskah sumber, jumlah kendaraan yang masuk program recall tersebar di sejumlah merek dan model. Rinciannya mencakup Zeekr, FAW Hongqi, BAIC BluePark, Dongfeng, Leapmotor, Chery, Tesla, Xiaomi, dan Xpeng.

Zeekr melakukan recall terhadap 92.658 unit 007 dan X. Sementara itu, FAW Hongqi tercatat melakukan recall terhadap 4.035 unit EH7 dan Tiangong 08 dalam daftar yang menjadi dasar naskah ini.

BAIC BluePark juga masuk dalam daftar dengan 46.860 unit ArcFox Kaola. Dongfeng menarik kembali 53.452 unit yang terdiri atas Nammi 06, Aeolus L8, eπ 007, dan eπ 008.

Leapmotor mencakup 371.200 unit C01 dan C11. Chery melakukan recall terhadap 64.488 unit iCaur 03 dan Chery Fulwin X3.

Untuk Tesla, jumlah kendaraan produksi China yang terdampak mencapai 2.975.910 unit Model 3 dan Model X. Sebanyak 46.041 unit Model 3, Model X, dan Model S impor juga masuk dalam daftar.

Xiaomi menjadi salah satu merek lain dengan jumlah kendaraan yang cukup besar, yakni 390.435 unit SU7 model tahun 2024. Xpeng kemudian mencakup 264.842 unit G6, P7+, dan X9.

China Siapkan Standar Baru Gagang Pintu Mobil

Recall tersebut berlangsung ketika China juga menyiapkan penerapan standar keselamatan baru untuk mekanisme gagang pintu kendaraan. China sebelumnya menerbitkan standar Technical Requirements for Automobile Door Handle Safety yang mulai berlaku pada Januari 2027.

Ketentuan itu mewajibkan setiap pintu kendaraan mempunyai gagang pintu eksternal dengan fungsi pelepasan mekanis. Untuk bagian dalam kabin, gagang pintu juga harus mudah dikenali, terlihat jelas, dan ditempatkan dalam jarak maksimal 300 milimeter dari tepi pintu.

Standar baru itu disusun untuk memberikan persyaratan yang lebih jelas mengenai mekanisme pembukaan pintu kendaraan dalam kondisi darurat. Sumber yang tersedia mengenai standar tersebut juga menyebut adanya persyaratan mekanis pada gagang pintu serta kemudahan identifikasi mekanisme pembuka dari dalam kendaraan.

Walaupun standar baru belum berlaku ketika program recall diumumkan, perhatian pemerintah China terhadap mekanisme pembuka pintu darurat sudah diperketat. Sejumlah produsen kemudian mengajukan rencana recall untuk memperbaiki persoalan pada gagang mekanis darurat di dalam kabin.

Menurut SAMR, pengajuan recall dilakukan berdasarkan Regulations on the Recall of Defective Automobile Products dan Implementation Measures for the Regulations on the Recall of Defective Automobile Products.

Perbaikan Dilakukan Tanpa Biaya

Pemilik kendaraan yang masuk program recall tidak dikenai biaya untuk perbaikan. Produsen akan menambahkan label peringatan pada mekanisme pegangan mekanis darurat di dalam kabin agar bagian tersebut lebih mudah dikenali.

Selain penambahan label, sebagian besar kendaraan juga memperoleh pembaruan perangkat lunak melalui Over-The-Air atau OTA. Pembaruan ini antara lain berkaitan dengan fungsi penurunan kaca jendela setelah terjadi kecelakaan.

Fungsi penurunan kaca tersebut disiapkan sebagai alternatif bagi penghuni kendaraan untuk keluar apabila sistem kelistrikan atau mekanisme pembuka pintu mengalami gangguan setelah kecelakaan.

Untuk Tesla, SAMR menyebut produsen akan memasang label peringatan secara gratis dan memperbarui perangkat lunak pengendali kaca melalui OTA dengan menambahkan strategi penurunan kaca setelah kecelakaan. Kendaraan yang sudah memiliki label peringatan tidak perlu mendapatkan pemasangan ulang.

Pada Xiaomi SU7, perbaikan juga mencakup pemasangan tanda peringatan di sekitar gagang mekanis darurat serta pembaruan OTA untuk mengoptimalkan logika pembukaan kunci dari konsol tengah dan strategi penurunan kaca.

Kasus Xiaomi SU7 Ikut Menjadi Sorotan

Perhatian terhadap mekanisme pembuka pintu darurat semakin besar setelah kecelakaan yang melibatkan Xiaomi SU7. Dalam insiden itu, tiga mahasiswa dilaporkan meninggal dunia setelah kendaraan terbakar.

Menurut laporan yang dikutip CarNewsChina dalam naskah sumber, para korban disebut tidak berhasil menemukan mekanisme pelepasan pintu darurat yang tersembunyi di kompartemen penyimpanan pada panel pintu.

Kasus itu kemudian menjadi salah satu sorotan yang mendorong perhatian terhadap kemudahan penggunaan mekanisme pembuka pintu darurat. Persoalan yang diangkat bukan hanya keberadaan mekanisme mekanis, tetapi juga seberapa mudah penghuni kendaraan menemukan dan menggunakannya ketika menghadapi kondisi darurat.

Program recall yang diajukan sejumlah produsen menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses penghuni kendaraan terhadap mekanisme evakuasi. Perbaikan dilakukan melalui penambahan tanda peringatan, pengembangan komponen pada model tertentu, serta pembaruan perangkat lunak pada kendaraan yang mendukung OTA.

Di sisi regulasi, penerapan standar baru China pada Januari 2027 akan membawa persyaratan yang lebih ketat mengenai desain, fungsi, visibilitas, dan posisi mekanisme pembuka pintu kendaraan. Dengan demikian, persoalan gagang pintu darurat menjadi bagian dari perhatian keselamatan kendaraan yang mendapat pengaturan lebih rinci di China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news