Aparat gabungan Polri dan TNI berjaga di permukiman warga Beruk, Jatiyoso, Karanganyar, untuk antisipasi serangan macan tutul pada Rabu (11/2 - 2026) malam. (Istimewa)
Harianjogja.com, KARANGANYAR — Warga Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, diliputi kecemasan setelah dua ekor kambing milik warga ditemukan mati diduga akibat serangan macan tutul. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dan berdampak pada perubahan aktivitas warga, khususnya pada malam hari.
Sejak kejadian tersebut, warga memilih membatasi kegiatan di luar rumah setelah malam tiba. Ronda malam yang biasanya dilakukan kini terhenti karena kekhawatiran akan kemunculan kembali satwa liar.
Salah seorang warga, Sartono, mengatakan dua kambing yang diserang ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Satu ekor dilaporkan habis dimangsa di dalam kandang, sementara satu ekor lainnya ditemukan mati dengan bekas gigitan di beberapa bagian tubuh.
“Warga takut ronda malam karena khawatir justru membahayakan diri. Apalagi belum tahu berapa jumlah macan tutulnya dan di mana keberadaannya,” ujar Sartono kepada Espos, Selasa (17/2/2026).
Kandang Dekat Rumah Picu Kekhawatiran
Sartono menyebut sebagian besar kandang ternak warga berada sangat dekat dengan rumah tinggal. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius karena diduga satwa liar telah masuk ke wilayah permukiman.
“Kalau sudah sampai memangsa kambing di kandang yang dekat rumah, berarti sudah masuk permukiman. Itu yang membuat warga makin khawatir,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, warga sepakat memperketat pengamanan kandang. Seluruh ternak kini dimasukkan lebih awal, sekitar pukul 17.00 WIB, dan pintu kandang diperkuat serta dikunci rapat. Aktivitas warga di luar rumah pada malam hari pun dibatasi.
Kampung Lebih Sepi di Malam Hari
Dampak kejadian tersebut terasa jelas pada suasana kampung. Anak-anak tidak lagi bermain di luar rumah selepas magrib, sementara warga dewasa memilih beraktivitas di dalam rumah.
Sartono mengungkapkan, kejadian serupa pernah terjadi sekitar tahun 2010. Saat itu, penanganan melibatkan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang berhasil menangkap satu ekor macan tutul dari kawasan Gunung Lawu.
“Dulu pernah ada yang ditangkap satu ekor. Sekarang belum ada penangkapan karena belum ada bukti visual seperti foto atau rekaman CCTV,” katanya.
Polisi dan TNI Turun ke Lokasi
Sementara itu, jajaran Polres Karanganyar bersama TNI melakukan pengecekan lokasi kejadian pada Rabu (11/2/2026) malam untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan dua kambing milik Warini, 60, warga Dusun Pengkok, Desa Beruk, ditemukan mati di dalam kandang dan kuat dugaan diserang macan tutul yang turun dari kawasan hutan.
“Lokasi kejadian berbatasan langsung dengan kawasan hutan Dandang. Kami menduga satwa liar masuk ke kandang untuk mencari mangsa pada malam hari,” ujar AKBP Arman Sahti.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir aparat Polsek Jatiyoso, Koramil Jatiyoso, pemerintah desa, relawan, serta warga setempat. Petugas melakukan pendataan kerugian, mengumpulkan keterangan warga, serta mengidentifikasi dugaan jejak satwa liar.
Sebagai langkah pencegahan, warga diminta memperkuat kandang ternak, menambah penerangan di sekitar kandang, serta mengaktifkan kembali ronda malam secara bertahap. Aparat juga membuat api unggun di sekitar lokasi untuk mencegah satwa liar mendekati permukiman.
“Kami mengimbau warga tetap tenang dan tidak bertindak sendiri. Jika melihat tanda-tanda kemunculan satwa liar, segera laporkan ke aparat desa atau kepolisian,” tegasnya.
Hingga kini, aparat kepolisian bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi kemungkinan kemunculan kembali satwa liar dan menjaga keamanan warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : espos.id

11 hours ago
1
















































