Kapal Migran Tenggelam di Malaysia, Operasi SAR Masih Cari 14 WNI

5 hours ago 4

Kapal Migran Tenggelam di Malaysia, Operasi SAR Masih Cari 14 WNI

Kapal tenggelam - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Insiden tenggelamnya kapal yang diduga mengangkut warga negara Indonesia (WNI) kembali terjadi di perairan Malaysia. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di wilayah perairan Pulau Pangkor, Negara Bagian Perak, dan langsung direspons dengan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) oleh otoritas setempat.

Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Kepten Maritim Mohamad Shukri bin Khotob, menjelaskan bahwa laporan awal diterima pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 05.30 pagi dari seorang nelayan yang menemukan sejumlah korban terapung di laut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, operasi SAR segera digelar satu jam kemudian dengan mengerahkan berbagai armada, termasuk KM GAGAH dan BENTENG 1203. Operasi ini turut melibatkan Pasukan Polis Marin (PPM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), serta dukungan komunitas nelayan setempat.

23 WNI Selamat, Belasan Masih Hilang

Dalam proses penyelamatan, kapal nelayan lokal berhasil mengevakuasi 23 korban yang terdiri dari 16 laki-laki dan 7 perempuan. Seluruh korban kemudian dibawa ke Dermaga PPM Kampung Acheh untuk proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan para korban, total penumpang dalam kapal tersebut diperkirakan mencapai 37 orang. Hingga saat ini, sekitar 14 orang masih belum ditemukan dan pencarian terus dilakukan secara intensif.

Dalam perkembangan operasi, tim SAR juga menemukan sejumlah barang milik korban berupa tas berisi pakaian di lokasi kejadian, yang kini tengah diidentifikasi.

Diduga Berangkat dari Indonesia

Dari hasil penyelidikan awal, kapal tersebut diduga berangkat dari Kisaran, Indonesia, pada 9 Mei 2026 dengan tujuan beberapa wilayah di Malaysia, seperti Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, hingga Kuala Lumpur.

Kementerian Luar Negeri RI melalui Direktur Pelindungan WNI dan BHI, Heni Hamidah, membenarkan adanya insiden tersebut.

“Berdasarkan informasi dari otoritas Malaysia, kapal tradisional tersebut mengalami kecelakaan saat membawa sejumlah warga asing yang diduga akan memasuki wilayah Malaysia untuk tujuan bekerja,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh korban selamat telah diamankan di Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh untuk penanganan lanjutan.

“Pihak otoritas Malaysia saat ini masih melanjutkan operasi pencarian terhadap penumpang lain yang diduga masih hilang. Berdasarkan informasi sementara, terdapat sekitar 14 orang yang masih dalam pencarian,” ujar Heni.

Operasi SAR Masih Berlangsung

Operasi pencarian melibatkan berbagai armada laut dan udara, seperti KD Sri Indera Sakti, helikopter Fennec TLDM, Fast Combat Boat, hingga pesawat Bombardier CL 415. Upaya pencarian difokuskan pada area sekitar lokasi kejadian dengan pemantauan intensif dari udara dan laut.

Kepten Maritim Mohamad Shukri menegaskan komitmen pihaknya untuk terus melanjutkan operasi hingga seluruh korban ditemukan.

“Maritim Malaysia berkomitmen dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan bersama instansi terkait guna memastikan seluruh korban yang diduga terlibat dapat ditemukan. Masyarakat, khususnya komunitas maritim, diminta memberikan informasi apabila menemukan korban atau objek mencurigakan di laut,” ujarnya.

Sementara itu, KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan penanganan para WNI berjalan baik, termasuk pemberian bantuan kekonsuleran serta dokumen perjalanan yang diperlukan.

Insiden ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko perjalanan laut ilegal serta pentingnya jalur migrasi yang aman bagi para pekerja migran Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news