Kapal Touska Disita AS, Iran Ancam Ambil Tindakan Keras

4 hours ago 3

Kapal Touska Disita AS, Iran Ancam Ambil Tindakan Keras Kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran, yang dirilis pada 21 Juli 2019. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi - aa.

Harianjogja.com, TEHERAN — Pemerintah Iran mendesak Amerika Serikat untuk segera membebaskan kapal dagang Touska beserta seluruh awak dan keluarga yang berada di dalamnya, setelah kapal tersebut disita di kawasan Teluk Oman.

Melalui pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa tindakan penyitaan yang dilakukan militer AS merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Iran bahkan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk “pembajakan maritim” yang tidak dapat dibenarkan.

Insiden ini bermula ketika Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah mengambil alih kapal berbendera Iran pada Minggu (19/4/2026). Pihak AS menilai kapal tersebut mencoba menembus blokade yang diterapkan di wilayah Teluk Oman.

Menanggapi hal itu, Teheran memperingatkan adanya konsekuensi serius jika kapal dan seluruh awaknya tidak segera dibebaskan. Pemerintah Iran juga menekankan bahwa keberadaan keluarga awak di atas kapal semakin memperparah situasi kemanusiaan dalam insiden tersebut.

Ketegangan kedua negara memang tengah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, konflik memanas setelah operasi militer yang melibatkan AS dan sekutunya di wilayah Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang dilaporkan menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Upaya meredakan situasi sempat dilakukan melalui kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan pada awal April. Namun, negosiasi lanjutan yang digelar di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan berarti, sehingga ketegangan kembali meningkat.

Situasi semakin kompleks setelah AS memperketat pengawasan dan pembatasan terhadap aktivitas maritim Iran, termasuk di jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur distribusi energi terbesar di dunia. Kawasan ini diketahui menyumbang sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global.

Di sisi lain, militer Iran melalui Komando Khatam al-Anbiya menyatakan siap mengambil langkah balasan setelah memastikan keselamatan awak kapal Touska. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam atas tindakan yang dianggap melanggar kedaulatan negaranya.

Hingga kini, kapal Touska dilaporkan masih berada di bawah kendali militer AS. Sementara itu, berbagai pihak internasional mulai mencermati perkembangan situasi yang berpotensi memicu eskalasi konflik lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news