Kemarau Mendekat, Akses Air Bersih di Gunungkidul Digenjot

5 hours ago 4

Kemarau Mendekat, Akses Air Bersih di Gunungkidul Digenjot Foto ilustrasi pipa air bersih dari sumber air. / Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mulai memperkuat layanan air bersih di sejumlah wilayah untuk menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini. Program ini difokuskan pada peningkatan dan pembangunan Saluran Penyediaan Air Minum (SPAM) agar jangkauan layanan ke masyarakat semakin luas.

Pada 2026, pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk mendukung program tersebut. Total ada tujuh kalurahan yang menjadi sasaran penguatan layanan air bersih, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPRKP Gunungkidul, Ashari Nurkalis, mengatakan penyediaan air bersih masih menjadi prioritas karena merupakan kebutuhan vital masyarakat sehari-hari.

“Totalnya untuk penyediaan layanan air bersih di tujuh kalurahan ini mencapai Rp1,2 miliar,” kata Ashari, Ahad (19/4/2026).

Ia menjelaskan, alokasi anggaran di masing-masing lokasi berbeda sesuai kebutuhan. Peningkatan SPAM di Padukuhan Sumur, Kalurahan Giripurwo mendapatkan Rp187,7 juta. Sementara pembangunan SPAM di Padukuhan Nagsemrejo, Kalurahan Ngawu dialokasikan Rp195 juta.

Selanjutnya, di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar mendapat Rp190,2 juta, sedangkan pembangunan di Kalurahan Wareng, Kapanewon Wonosari dialokasikan Rp65,6 juta.

Pembangunan juga dilakukan di Padukuhan Gembyong, Kalurahan Ngoro-oro, Kapanewon Patuk dengan anggaran Rp268,9 juta. Selain itu, peningkatan dan perluasan sumber air dilakukan di Sumber Tretes, Kalurahan Patuk sebesar Rp184,5 juta dan di Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari sebesar Rp136,2 juta.

Program ini difokuskan pada penguatan jalur perpipaan dari sumber air yang sudah ada. Dengan peningkatan instalasi tersebut, diharapkan jumlah sambungan rumah yang terlayani dapat bertambah.

“Harapannya dengan program ini, maka akses jangkauan layanan air bersih ke masyarakat juga semakin mudah,” katanya.

Selain program dari pemkab, upaya penguatan layanan air bersih juga dilakukan oleh PDAM Tirta Handayani. Perusahaan daerah ini berencana mengoptimalkan potensi sumber air di Sungai Bawah Tanah Baron.

Pelaksana Tugas Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Sulistyo Ari Wibowo, mengatakan kapasitas sumber air tersebut masih sangat besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Saat ini baru sekitar 57 liter per detik dari total potensi hingga 2.000 liter per detik.

“Akan kita tambah 50 liter per detik dari kapasitas produksi yang sudah ada saat ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp125 miliar. Dana tersebut juga akan digunakan untuk memperluas jaringan perpipaan guna mendukung pelayanan, terutama di wilayah Kapanewon Tanjungsari hingga Tepus.

Meski demikian, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama dalam merealisasikan program tersebut. Oleh karena itu, PDAM telah mengajukan dukungan pendanaan ke pemerintah pusat.

“Sudah diajukan dan mudah-mudahan peningkatan kapasitas produksi air bersih dari sumber Sungai Bawah Tanah Baron bisa direalisasikan,” katanya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news