Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka ruang kreativitas bagi masyarakat melalui Kompetisi Film Pendek Islami 2026. Mengusung tema “Keluarga Sakinah-Maslahat”, ajang ini resmi dibuka sejak 15 Juni dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2026 secara daring.
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag, Muchlis M. Hanafi, mengatakan kompetisi ini dirancang untuk mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat pesan moral dan nilai keislaman dalam kehidupan keluarga.
“Kompetisi ini menjadi medium dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman. Kami ingin menghadirkan karya film pendek yang inspiratif dan mampu memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Menurut Muchlis, keluarga menjadi tema utama karena memiliki peran vital dalam membentuk karakter individu. Keluarga tidak hanya sebagai tempat tumbuh, tetapi juga ruang pertama dalam menanamkan nilai agama, moral, dan kebangsaan.
Ia menegaskan, konsep “Keluarga Sakinah-Maslahat” diharapkan mampu memunculkan cerita-cerita inspiratif tentang harmoni keluarga yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang berdaya dan berakhlak mulia. Ini yang ingin kami angkat melalui karya-karya peserta,” jelasnya.
Kompetisi ini terbuka luas untuk siapa saja, baik individu maupun kelompok, tanpa batasan usia, latar belakang, maupun daerah. Kemenag secara khusus mengajak sineas muda, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas kreatif untuk ambil bagian.
Sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, Muchlis menilai media audiovisual kini menjadi salah satu sarana dakwah yang efektif. Pesan-pesan keagamaan tidak lagi terbatas pada ceramah konvensional, tetapi juga dapat disampaikan melalui film pendek, video kreatif, hingga konten digital lainnya.
“Dakwah hari ini harus adaptif. Film pendek bisa menjadi sarana yang kuat untuk menyampaikan pesan kebaikan kepada audiens yang lebih luas, terutama generasi muda,” katanya.
Dalam kompetisi ini, peserta diminta memproduksi film pendek bergenre drama fiksi keluarga dengan durasi 5 hingga 7 menit. Kebebasan eksplorasi cerita tetap diberikan, selama sejalan dengan tema utama yang telah ditentukan.
Proses pendaftaran dan pengumpulan karya dilakukan secara online melalui platform resmi yang disiapkan panitia. Seluruh karya yang masuk akan melalui proses kurasi dan penilaian oleh dewan juri yang kompeten di bidang perfilman dan keislaman.
Dari sisi apresiasi, panitia menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah. Juara I akan mendapatkan Rp10 juta, Juara II Rp7 juta, dan Juara III Rp5 juta. Selain itu, terdapat kategori Juara Favorit yang ditentukan berdasarkan jumlah penayangan terbanyak dari karya peserta.
Kemenag berharap kompetisi ini tidak hanya melahirkan karya berkualitas, tetapi juga memperluas ekosistem konten positif di ruang digital Indonesia.
“Setiap orang punya cerita yang bisa menginspirasi. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dan menjadi bagian dari gerakan dakwah kreatif melalui film,” tutup Muchlis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































