Kemenkes Temukan 11.000 Kasus Positif Skrining Kanker Usus dari CKG

5 hours ago 4

Kemenkes Temukan 11.000 Kasus Positif Skrining Kanker Usus dari CKG

Foto ilustrasi usus dibuat dngan artificial intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat upaya deteksi dini kanker kolorektal atau kanker usus dengan memasukkan layanan skrining ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Nasional. Program ini menyasar masyarakat berusia 45 tahun ke atas yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit tersebut.

Langkah deteksi dini ini dilakukan di tengah tingginya jumlah pasien kanker kolorektal yang baru terdiagnosis saat penyakit telah memasuki stadium lanjut. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu tantangan besar dalam upaya penanganan kanker di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan skrining kanker kolorektal dalam Program CKG dilakukan melalui beberapa tahapan pemeriksaan.

"Pendekatan berlapis yang kami lakukan dimulai dengan kuesioner skrining kolorektal Asia Pasifik, dilanjutkan dengan pemeriksaan colok dubur digital dan tes darah samar tinja (Fecal Occult Blood Test/FOBT) bagi individu yang berisiko tinggi," ujar Wamenkes dalam sambutannya secara daring dari Jakarta, Sabtu.

Mayoritas Pasien Datang dalam Stadium Lanjut

Dante mengungkapkan kanker kolorektal masih menjadi persoalan serius dalam sistem kesehatan nasional. Salah satu penyebabnya adalah tingginya jumlah pasien yang baru memeriksakan diri ketika penyakit sudah berada pada tahap lanjut.

"Jika 100 pasien kanker kolorektal datang ke fasilitas kesehatan kita hari ini, lebih dari 70 di antaranya akan datang dalam kondisi stadium lanjut. Bukan karena mereka lalai, bukan karena penyakit ini tidak dapat ditangani, melainkan karena tidak ada yang mendeteksinya cukup dini," ujarnya pula.

Selain menjadi tantangan di Indonesia, kanker kolorektal juga merupakan salah satu masalah kesehatan global yang terus mendapat perhatian. Setiap tahun tercatat sekitar 1,9 juta kasus baru kanker kolorektal di seluruh dunia, menjadikannya sebagai kanker ketiga yang paling banyak ditemukan.

Sementara di Indonesia, kanker kolorektal menempati posisi keempat sebagai jenis kanker yang paling banyak ditemukan dan menjadi penyebab kematian akibat kanker peringkat kelima.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan lebih dari 19.000 kematian akibat kanker kolorektal terjadi setiap tahun di Indonesia.

Ribuan Hasil Positif Ditemukan dari Program Skrining

Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis juga mulai menunjukkan hasil dalam upaya deteksi dini penyakit tersebut. Dari jutaan peserta yang telah mengikuti skrining, ditemukan ribuan kasus yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dante mengatakan dari lima juta peserta yang telah menjalani skrining kesehatan, ditemukan sekitar 11.000 positif. Terdiri 9.000 hasil positif melalui pemeriksaan colok dubur dan sekitar 2.000 hasil positif melalui pemeriksaan FOBT.

Jumlah tersebut berasal dari peserta yang melanjutkan tahapan pemeriksaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan dalam program skrining nasional.

BPJS Kesehatan Tanggung Pengobatan Kanker Usus

Sementara itu, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan penanganan kanker, termasuk kanker kolorektal, saat ini telah ditanggung melalui layanan BPJS Kesehatan.

Namun demikian, tidak seluruh jenis obat terapi kanker dapat dibiayai melalui skema jaminan kesehatan nasional tersebut, terutama obat-obatan tertentu dengan teknologi pengobatan yang lebih spesifik.

"Tapi memang ada obat-obat tertentu, apa mungkin targeted therapy, kemudian obat targeted therapy biasanya untuk metastasis ya, yang udah menyebar kemana-mana ya. Itu mungkin belum semuanya masuk ke dalam BPJS ya, karena memang harganya mahal," katanya.

Meski demikian, berbagai terapi dan obat kanker yang bersifat umum masih dapat diakses melalui pembiayaan BPJS Kesehatan.

Masyarakat Diimbau Terapkan Pola Hidup Sehat

Selain memperluas layanan deteksi dini, Kementerian Kesehatan juga mengajak masyarakat meningkatkan upaya pencegahan kanker kolorektal melalui penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi sayur dan buah, menjaga pola makan yang seimbang, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kelompok usia dan faktor risiko masing-masing. Di sisi lain, pemerintah menyatakan akan terus memperkuat edukasi dan sosialisasi terkait kanker kolorektal guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news