Keterbatasan SDM Tantangan Biro Organisasi DIY

19 hours ago 6

JOGJA—Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan utama yang dihadapi Biro Organisasi Setda DIY dalam meningkatkan kinerja ke depan. Untuk menyikapi hal tersebut, penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi strategi yang diprioritaskan.

Hal itu mengemuka dalam Forum Perangkat Daerah dan Forum Konsultasi Publik yang digelar Rabu (25/2/2026). Melalui forum tersebut, Biro Organisasi Setda DIY menjaring masukan sekaligus memetakan tantangan strategis menuju perencanaan kerja tahun 2027.

Kepala Bagian Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik Biro Organisasi Setda DIY, Lailatul Munawaroh, menjelaskan forum tersebut merupakan kewajiban organisasi dalam menjalankan fungsi perencanaan dan evaluasi.

Dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Biro Organisasi Setda DIY memaparkan rencana kegiatan 2027 serta capaian program tahun sebelumnya guna memperoleh umpan balik dari para pemangku kepentingan.

“Kami merumuskan apakah yang menjadi prioritas kegiatan kita sudah sesuai atau belum, apakah ada yang perlu dipertajam, atau ada yang mungkin perlu dikoordinasikan lagi,” katanya.

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Adapun dalam Forum Konsultasi Publik, forum tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban sebagai penyelenggara pelayanan publik. Keterlibatan masyarakat dinilai penting dalam proses perencanaan agar kebijakan yang disusun lebih akuntabel dan partisipatif.

Sejumlah pemangku kepentingan turut dilibatkan, mulai dari OPD internal, Bagian Organisasi kabupaten/kota, Komisi Informasi Daerah (KID), Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), perwakilan masyarakat, media massa, akademisi, hingga lembaga pengawas.

Salah satu masukan utama yang mengemuka adalah pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam setiap program.

“Karena apapun kegiatan kita kan akan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Selain itu produk apa saja dari kami diharapkan bisa menjadi landasan untuk kegiatan selanjutnya,” ungkapnya.

Strategi Atasi Keterbatasan SDM

Selain kolaborasi, keterbatasan SDM disebut menjadi tantangan yang juga dialami hampir seluruh organisasi. Kondisi tersebut disiasati melalui optimalisasi pegawai yang ada, termasuk dengan pendidikan dan pelatihan (diklat) sesuai kebutuhan organisasi.

“Itu menjadi suatu tantangan khusus ya. Dengan keterbatasan SDM itu, akhirnya kemarin ada beberapa masukan, misalnya mengoptimalkan SDM yang ada itu dengan mereka didiklatkan sesuai kebutuhan. Kemudian juga ada juga yang apa seperti program-program magang,” katanya.

Program magang pun diharapkan memberi dampak jangka panjang. Setiap peserta magang ditargetkan menghasilkan output yang jelas setiap tahun, sehingga dapat membantu menjaga produktivitas sekaligus menjawab tantangan keterbatasan SDM.

Peran Strategis Biro Organisasi

Secara umum, ruang lingkup kerja Biro Organisasi Setda DIY mencakup tiga aspek utama, yakni kelembagaan, tatalaksana, serta reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Lembaga ini juga berperan sebagai koordinator di lingkungan Pemda DIY dalam tiga bidang tersebut.

“Hulunya itu dari kelembagaan. Misalnya di Pemda DIY itu akan membutuhkan berapa instansi, lemudian di setiap instansi itu nanti mereka akan punya tugas fungsi apa, itu di situ. Kemudian nanti di pelayanan publiknya itu mereka akan memberikan pelayanan publik, standar pelayanan publiknya seperti apa sampai pada evaluasinya seperti apa,” paparnya.

Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor dan optimalisasi SDM, Biro Organisasi Setda DIY berharap kinerja organisasi tetap terjaga serta mampu menjawab tantangan reformasi birokrasi dan pelayanan publik di DIY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news